
Goldman Sachs memperkirakan harga emas akan naik 14% menjadi $4.900 per ons pada Desember 2026 dalam skenario dasarnya, demikian dinyatakan dalam sebuah catatan pada hari Kamis, sambil menyebutkan risiko kenaikan terhadap pandangan ini karena potensi perluasan diversifikasi ke investor swasta.
Dalam catatan di mana bank tersebut membahas pandangannya tentang komoditas untuk tahun 2026, Goldman Sachs mengatakan pihaknya memperkirakan permintaan bank sentral yang tinggi secara struktural dan dukungan siklikal dari pemotongan suku bunga Federal Reserve AS akan menaikkan harga emas. Mereka terus merekomendasikan posisi beli (long) pada logam mulia tersebut.
Harga emas spot diperdagangkan pada $4.334,93 per ons pada pukul 18.24 GMT pada hari Kamis.
Bank tersebut juga memperkirakan harga tembaga akan stabil pada tahun 2026 dan rata-rata $11.400 per metrik ton berdasarkan skenario dasarnya, dengan asumsi ketidakpastian mengenai tarif akan berlanjut hingga kemungkinan pengumuman pada pertengahan tahun 2026 bahwa AS akan menerapkan tarif pada tembaga olahan pada tahun 2027.
"Meskipun terjadi kenaikan harga tembaga baru-baru ini dan perkiraan konsolidasi kami pada tahun 2026, tembaga tetap menjadi logam industri 'favorit' kami, terutama dalam jangka panjang, karena elektrifikasi - yang mendorong hampir setengah dari permintaan tembaga - menyiratkan pertumbuhan permintaan yang kuat secara struktural dan karena pasokan tambang tembaga menghadapi kendala unik," catat Goldman.
Harga tembaga acuan tiga bulan di London Metal Exchange sedikit berubah pada $11.721,50 per metrik ton pada pukul 17.23 GMT hari Kamis. Harga tersebut mencapai rekor tertinggi $11.952 minggu lalu.
Bank tersebut memperkirakan harga minyak mentah Brent dan WTI akan turun lebih lanjut ke rata-rata tahun 2026 masing-masing sebesar $56 per barel dan $52 per barel.
"Kecuali terjadi gangguan pasokan besar atau pemotongan produksi OPEC, harga minyak yang lebih rendah pada tahun 2026 kemungkinan akan diperlukan untuk menyeimbangkan kembali pasar setelah tahun 2026," tambahnya.
Minyak mentah Brent diperdagangkan pada $60,04/bbl pada pukul 1711 GMT hari Kamis. Minyak mentah West Texas Intermediate AS berada di dekat $56,46/bbl.
Goldman memperkirakan harga minyak akan mencapai titik terendah sekitar pertengahan tahun 2026, karena pasar mulai mengantisipasi penyeimbangan kembali. Catatan tersebut menambahkan bahwa hal ini akan didorong oleh pertumbuhan permintaan yang solid sekitar 1,2 juta barel per hari, penurunan lebih lanjut dalam pasokan Rusia jika perang di Ukraina dan sanksi berlanjut, dan perlambatan produksi non-OPEC di luar Rusia.
"Kami melihat risiko penurunan bersih terhadap prospek harga minyak kami untuk tahun 2026-2027," catat Goldman.
Namun, bank tersebut menyatakan bahwa mereka memperkirakan harga minyak akan naik pada kuartal keempat tahun depan karena pasar mulai memperhitungkan kembalinya defisit pada paruh kedua tahun 2027 dan mengalihkan fokus ke insentif produksi jangka panjang.
Bank tersebut menambahkan bahwa mereka memperkirakan harga Brent dan WTI akan pulih secara bertahap menjadi $80/bbl dan $76/bbl, masing-masing, pada akhir tahun 2028.
Untuk gas alam, bank tersebut memperkirakan Title Transfer Facility (TTF) tahun 2026 sebesar 29 euro per megawatt-jam (EUR/MWh) dan TTF tahun 2027 sebesar 20 EUR/MWh, untuk mendorong permintaan gas tambahan, sementara mereka memperkirakan harga gas AS tahun 2026 dan 2027 akan mendorong pertumbuhan produksi gas AS masing-masing sebesar $4,60 per juta British thermal units (mmBtu) dan $3,80/mmBtu.(Cay)
Sumber: Investing.com
Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. La...
Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang b...
Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah AS untuk mengambil alih Greenland. Meski belum ada t...
Tingkat pekerjaan swasta dalam laporan ADP naik lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom pada bulan Desember. Tingkat pekerjaan swasta naik 41.000 (estimasi +50.000) pada bulan Desember diband...
Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE) atau mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan untuk...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...