
Harga emas turun tipis pada perdagangan Asia Rabu(3/9) pagi, setelah sehari sebelumnya sempat menyentuh rekor tertinggi baru. Para analis dari ANZ Research menulis, investor semakin khawatir dengan arah kebijakan moneter AS, terutama setelah pemerintahan Trump berupaya merombak dewan gubernur The Fed dengan kandidat yang lebih sejalan dengan agenda Presiden. Saat ini, perhatian pasar tertuju pada rilis data tenaga kerja non-pertanian (nonfarm payrolls) AS untuk Agustus yang akan diumumkan Jumat mendatang. Data ini diperkirakan akan sangat memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed....
Harga minyak dunia bergerak stabil setelah sempat ditutup di level tertinggi dalam sebulan terakhir. Investor saat ini fokus pada berbagai risiko geopolitik, termasuk potensi pengetatan sanksi AS terhadap aliran minyak Rusia menjelang pertemuan OPEC+ akhir pekan ini yang akan membahas pasokan. West Texas Intermediate (WTI) tercatat nyaris tak berubah di bawah US$66 per barel, sementara Brent global bertahan di atas US$69 per barel. Presiden AS Donald Trump menegaskan dirinya memantau secara dekat langkah Presiden Rusia Vladimir Putin terkait rencana pertemuan dengan Presiden Ukraina. Trump...
USD/JPY diperdagangkan menguat di kisaran 148,50 selama sesi Asia awal hari Rabu. Meningkatnya ketidakpastian politik di Jepang membebani Yen Jepang (JPY) terhadap Dolar AS (USD). Lowongan Kerja JOLTS AS dan Beige Book Fed akan dipublikasikan pada hari Rabu nanti. Pada hari Jumat, Pengadilan Banding AS untuk Sirkuit Federal menguatkan putusan bahwa tarif besar-besaran yang diberlakukan secara sepihak oleh Presiden AS Donald Trump terhadap sebagian besar negara lain adalah ilegal. Keputusan tersebut berdampak pada apa yang disebut tarif "timbal balik" Trump terhadap sebagian besar negara di...
USD/CHF menguat untuk hari ketiga berturut-turut, naik 0,57% pada perdagangan Selasa di level 0,8050 karena penghindaran risiko mendorong Greenback. Data ekonomi yang dirilis di Amerika Serikat (AS) beragam, karena aktivitas bisnis di sektor manufaktur menunjukkan perlambatan pertumbuhan. Meskipun demikian, ancaman terhadap independensi The Fed akibat tekanan dari Gedung Putih, serta ketidakpastian akibat kebijakan pemerintahan Trump, memicu arus masuk menuju Dolar AS.(Cay) Sumber: fxstreet