
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih lebih "noise" dibanding sinyal surplus jangka pendek. Per 15:50 WIB, Brent berada di $69,60/barel (+0,29%) dan WTI di $64,83/barel (+0,31%). Kenaikan berlangsung moderat, tapi cukup untuk menjaga harga tetap dekat area psikologis $70 untuk Brent. Dari sisi geopolitik, fokus pasar tertuju pada potensi eskalasi di Timur Tengah. Laporan terbaru...
Harga minyak sedikit naik di tengah ketegangan geopolitik, terutama serangan Ukraina terhadap kilang Rusia yang telah menekan pasokan, serta rendahnya persediaan di AS. Namun, prospek permintaan global lemah akibat perang dagang AS dan risiko perlambatan ekonomi. Pasar sedang menunggu keputusan OPEC+ akhir pekan ini, yang diperkirakan akan menjaga pasokan tetap stabil. Sumber: Newsmaker.id
Harga emas (XAU/USD) menguat didorong kombinasi taruhan pemangkasan suku bunga The Fed bulan ini dan dolar AS yang melemah, sehingga menekan imbal hasil riil dan meningkatkan daya tarik aset tanpa kupon. Nada dovish dari pejabat The Fed serta data PCE yang sesuai ekspektasi menjaga peluang cut 25 bps tetap tinggi. Di sisi sentimen, kekhawatiran atas independensi The Fed dan ketidakpastian terkait tarif AS ikut memicu permintaan lindung nilai. Arus masuk ke ETF berbasis emas dan pembelian bank sentral yang berkelanjutan menambah dukungan fundamental. Sumber: Newsmaker.id
Perak diperdagangkan di kisaran $40,6 per ons, mendekati level tertinggi sejak 2011. Sentimen positif berasal dari ekspektasi penurunan suku bunga The Fed bulan ini dan meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian kebijakan tarif AS. Di sektor industri, prospek perak juga didukung oleh melonjaknya permintaan untuk sektor energi hijau. Ekspor sel surya Tiongkok melonjak lebih dari 70% pada paruh pertama tahun ini, terutama ke India, yang memperkuat prospek konsumsi perak global.Harga perak saat artikel ini ditulis naik 2,21% menjadi $40,653/Toz.DISCLAIMER Catatan:...
Harga emas naik ke level tertinggi dalam lebih dari empat bulan karena banyak investor mencari tempat aman di tengah ketidakpastian soal tarif perdagangan yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump. Kenaikan ini juga didukung oleh spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan suku bunga pada bulan September. Selain itu, dolar AS melemah, membuat emas menjadi pilihan investasi yang lebih menarik. Harga emas spot saat ini mendekati rekor tertinggi yang pernah dicapai pada akhir April. Ketidakpastian makin tinggi setelah pengadilan menyatakan tarif perdagangan tersebut ilegal,...
Harga minyak dunia naik pada perdagangan Selasa (2/9), dipicu oleh eskalasi konflik Rusia“Ukraina. Brent dan WTI melonjak setelah serangan drone Ukraina melumpuhkan fasilitas pengolahan minyak Rusia yang menyumbang sebagian besar kapasitas pasokan. Kondisi ini memicu kekhawatiran gangguan suplai global dan mendorong investor kembali masuk ke pasar energi. Meski sentimen geopolitik mengangkat harga, prospek jangka menengah masih dibayangi surplus produksi. Lonjakan output Amerika Serikat dan produsen lain diperkirakan menciptakan kelebihan pasokan hingga 1,8 juta barel per hari sampai...
Harga perak (XAG/USD) menguat mendekati level tertinggi sejak 2011. Dari sisi makro, kenaikan didorong oleh ekspektasi kuat bahwa The Fed akan memangkas suku bunga bulan ini setelah data inflasi PCE sesuai perkiraan, yang menahan imbal hasil riil dan menekan Dolar AS-kombinasi yang historisnya positif bagi logam mulia. Sentimen aman juga tetap hidup di tengah ketidakpastian kebijakan dan geopolitik, sehingga meningkatkan minat pada aset lindung nilai seperti perak. Sumber: Newsmaker.id-(alg)
Harga minyak naik sekitar 1% pada hari Senin (1/9) karena melemahnya dolar dan ketegangan Rusia-Ukraina mengancam pasokan, dengan Brent di $67,96 dan WTI di $64,66. Meskipun mengalami kenaikan, pasar masih dibayangi oleh surplus pasokan OPEC+ dan melemahnya permintaan global. Ke depannya, para analis memperkirakan kelebihan pasokan hingga 1,6 juta barel per hari pada kuartal keempat tahun 2025. Investor kini fokus pada pertemuan OPEC+ dan data ketenagakerjaan AS, yang dapat memengaruhi kebijakan suku bunga dan permintaan komoditas. Harga minyak saat artikel ini ditulis berada di...
Harga minyak Brent bergerak turun tipis ke kisaran US$67,36 per barel pada perdagangan Senin (1/9), seiring tekanan dari melonjaknya produksi global yang menutupi dampak gangguan pasokan akibat konflik Rusia“Ukraina. Lonjakan produksi Amerika Serikat yang mencapai rekor 13,58 juta barel per hari pada Juni turut memperbesar potensi surplus di pasar. Dari sisi permintaan, sentimen tetap lemah terutama akibat kontraksi sektor manufaktur di Tiongkok yang telah berlangsung lima bulan berturut-turut. Kondisi ini memperburuk outlook konsumsi energi global, sehingga membatasi ruang penguatan harga.
Emas menguat di awal perdagangan Asia. Terdapat tren kenaikan komoditas yang luas, didorong oleh ketidakpastian makro, pelemahan dolar, dan permintaan yang terus berlanjut untuk aset "keras", ujar...
Harga minyak terus menurun setelah OPEC+ menyetujui peningkatan produksi yang lebih besar dari perkiraan bulan depan, yang menimbulkan kekhawatiran tentang kelebihan pasokan, sementara tarif AS...
Yen Jepang (JPY) melemah terhadap mata uang AS dan membalikkan sebagian pemulihan hari Jumat dari level terendah sejak 23 Juli menyusul pernyataan Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda. Ueda tidak...