
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih lebih "noise" dibanding sinyal surplus jangka pendek. Per 15:50 WIB, Brent berada di $69,60/barel (+0,29%) dan WTI di $64,83/barel (+0,31%). Kenaikan berlangsung moderat, tapi cukup untuk menjaga harga tetap dekat area psikologis $70 untuk Brent. Dari sisi geopolitik, fokus pasar tertuju pada potensi eskalasi di Timur Tengah. Laporan terbaru...
Harga perak (XAG/USD) melemah pada perdagangan Senin (25/8), bergerak di sekitar $38,749 per troy ons setelah reli tiga hari sebelumnya. Pelemahan ini sejalan dengan penguatan tipis dolar AS, yang membuat logam mulia berdenominasi USD menjadi kurang menarik bagi investor luar negeri. Meskipun demikian, ekspektasi kuat terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve bulan depan tetap memberikan dukungan fundamental, mengingat perak bersama emas cenderung menguat dalam kondisi suku bunga rendah. Dari sisi permintaan, fundamental industri juga menopang harga perak, terutama karena meningkatnya...
Harga emas stabil di sesi Asia pada hari Senin (25 Agustus), terdorong penguatan Dolar AS, namun sinyal dovish Powell di Jackson Hole menjaga risiko penurunan tetap terbatas. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September menurunkan biaya peluang memegang emas, meski Powell mengingatkan tekanan inflasi masih condong naik dan pasar tenaga kerja mulai melemah. Di sisi lain, tensi Rusia“Ukraina menambah bid lindung nilai bagi emas. Ke depan, arah XAU/USD kemungkinan ditentukan oleh dinamika Dolar AS dan data inflasi/tenaga kerja AS: USD kuat dan imbal hasil naik membatasi upside,...
Bias tetap positif setelah Powell mengisyaratkan pemangkasan The Fed pada September, sehingga peluang cut melonjak ~80“90%. Dolar dan yield yang lebih lunak menjadi tailwind untuk perak; katalis jangka dekat: rilis PCE & payrolls AS yang akan membentuk ekspektasi kebijakan. Secara fundamental menengah, pasar perak 2025 diproyeksikan defisit untuk tahun ke-5 beruntun, ditopang permintaan industri (terutama PV/solar) yang tinggi”penopang harga di balik volatilitas harian. Risiko koreksi: rebound USD atau data inflasi AS yang "lebih panas" yang bisa memangkas probabilitas pemangkasan suku...
Harga emas turun pada Jumat(22/8), didorong oleh penguatan dolar AS yang membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli asing. Sementara itu, investor menantikan pidato Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, pada simposium Jackson Hole sebagai penentu arah kebijakan moneter selanjutnya. CME FedWatch mencatat sekitar 75% probabilitas pemangkasan suku bunga pada pertemuan Fed berikutnya, dukungan penting bagi aset non-yielding seperti emas. Sumber: Newsmaker.id
Emas memperpanjang pelemahannya ke sekitar US$3.330-an per ons pada Jumat (22/8), bertahan dalam rentang sempit karena para trader menghindari aksi besar menjelang pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell di Jackson Hole, yang berpotensi memberi sinyal arah kebijakan AS dalam waktu dekat. Pada Kamis, para pejabat The Fed memberi sedikit indikasi dukungan untuk pemangkasan suku bunga bulan depan, membuat pasar menunggu panduan dari pidato Powell di tengah tanda-tanda pasar tenaga kerja yang mendingin, sementara inflasi tetap di atas target dan rentan terhadap tekanan terkait tarif. Investor...
Hari ini, pergerakan harga perak didorong oleh imbal balik antara kekuatan emas dan dinamika makro global. Di sisi lain, sektor industri”khususnya energi terbarukan, elektronik, dan kendaraan listrik”terus mendorong permintaan perak dengan tren penggunaan yang semakin melebar. Kekhawatiran terhadap inflasi, ketegangan geopolitik, dan peluang diversifikasi juga memperkuat peran perak sebagai aset safe-haven alternatif. Namun, volatilitas harga perak tetap tinggi, sehingga meski potensi kenaikan masih terbuka, investor perlu mempertimbangkan risiko pergerakan harga mendadak yang...
Harga emas turun ke sekitar $3.338 per ons pada Kamis (21/8), Emas turun tipis karena Dolar AS menguat dan yield naik, namun pelemahan tertahan jelang rilis data AS serta pidato Jerome Powell di Jackson Hole. Sikap "wait and see" membuat aksi jual lanjutan belum masif. Secara teknikal, bias masih condong bearish selama resistensi intraday belum tertembus. Pantau support terdekat: nada hawkish mendukung skenario sell on rally, sementara nada dovish berpotensi memicu short-covering dan rebound cepat. Harga Emas saat berita ini ditulis berada pada level $3.338/Toz. DISCLAIMERCatatan: Artikel...
Harga perak turun pada perdagangan Kamis (21/8), seiring penguatan Dolar AS setelah rilis risalah rapat Federal Reserve (The Fed) bulan Juli. Investor juga cenderung wait and see menjelang pidato Ketua The Fed Jerome Powell di simposium Jackson Hole akhir pekan ini. Risalah rapat FOMC menunjukkan sebagian besar pejabat bank sentral masih memandang risiko inflasi lebih besar dibandingkan kekhawatiran atas pasar tenaga kerja. Hal ini membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga agresif menjadi terbatas. Meski demikian, alat CME FedWatch masih mencatat peluang 82% terjadinya pemangkasan suku...
Emas menguat di awal perdagangan Asia. Terdapat tren kenaikan komoditas yang luas, didorong oleh ketidakpastian makro, pelemahan dolar, dan permintaan yang terus berlanjut untuk aset "keras", ujar...
Harga minyak terus menurun setelah OPEC+ menyetujui peningkatan produksi yang lebih besar dari perkiraan bulan depan, yang menimbulkan kekhawatiran tentang kelebihan pasokan, sementara tarif AS...
Yen Jepang (JPY) melemah terhadap mata uang AS dan membalikkan sebagian pemulihan hari Jumat dari level terendah sejak 23 Juli menyusul pernyataan Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda. Ueda tidak...