
Nilai tukar dolar AS mengalami pelemahan terhadap sejumlah mata uang utama dunia seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Pelaku pasar menilai tekanan inflasi di Amerika Serikat mulai mereda, membuka ruang bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga dalam beberapa waktu ke depan.
Ekspektasi penurunan suku bunga tersebut menjadi faktor utama yang menekan dolar. Suku bunga yang lebih rendah membuat imbal hasil aset berdenominasi dolar menjadi kurang menarik, sehingga sebagian investor mulai mengalihkan dana ke aset lain, termasuk mata uang negara berkembang dan komoditas.
Selain faktor kebijakan moneter, sentimen risiko global yang membaik turut memberi tekanan pada dolar. Ketika pasar cenderung lebih optimistis terhadap prospek ekonomi dan stabilitas global, permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven biasanya menurun. Kondisi ini mendorong investor untuk mencari imbal hasil yang lebih tinggi di luar dolar AS.
Pelemahan dolar juga diperkuat oleh kenaikan harga emas dan komoditas lainnya. Karena emas diperdagangkan dalam dolar AS, melemahnya dolar membuat harga emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan meningkat dan harga terdorong naik. Hubungan terbalik ini kerap menjadi indikator tekanan pada dolar di pasar global.
Di sisi lain, data ekonomi AS yang menunjukkan perlambatan di beberapa sektor turut memengaruhi pergerakan dolar. Pasar menilai bahwa ekonomi AS mulai kehilangan momentum, sehingga ruang bagi kebijakan moneter yang lebih longgar semakin terbuka.
Ke depan, arah pergerakan dolar akan sangat bergantung pada data inflasi, pasar tenaga kerja, serta sinyal kebijakan The Fed. Selama ekspektasi penurunan suku bunga masih kuat dan sentimen risiko global relatif positif, dolar AS berpotensi tetap berada di bawah tekanan dalam jangka pendek.(Cay)
Sumber: Newsmaker.id
Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...
Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...
Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...
Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...
Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...