Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Pasar Mendadak "Ganti Arah": Dolar Naik Tipis, Minyak & Perak Meledak
Wednesday, 17 December 2025 14:39 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Dolar AS menguat tipis dan obligasi pemerintah AS memangkas penguatan sebelumnya setelah data tenaga kerja AS yang mengecewakan ternyata belum cukup lemah untuk mendorong pasar yakin The Fed akan segera memangkas suku bunga lagi. Dolar menguat terhadap mata uang G10, paling besar terhadap yen, sementara imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik ke sekitar 4,17%.

Di pasar komoditas, pergerakannya jauh lebih "keras". Harga minyak naik sekitar 1,3% setelah Presiden Donald Trump memerintahkan blokade kapal tanker yang masuk dan keluar Venezuela, memicu kekhawatiran pasokan dari anggota OPEC itu. Pada saat yang sama, perak menembus rekor di atas $66/oz, emas kembali naik mendekati rekor tertinggi sepanjang masa, dan platinum melonjak ke level tertinggi sejak 2008.

Data tenaga kerja AS menunjukkan pasar kerja mendingin, tapi tidak melemah cepat. Lapangan kerja non-pertanian naik 64.000 pada November setelah Oktober turun 105.000, sementara tingkat pengangguran naik ke 4,6%, tertinggi sejak 2021. Karena hasilnya campuran, pasar menahan diri untuk menaikkan taruhan pemangkasan suku bunga jangka dekat”peluang penurunan suku bunga Januari diperkirakan hanya sekitar 20%. Fokus berikutnya kini ke data inflasi Kamis yang bisa mengubah narasi.

Di saham, sentimen membaik seiring berjalannya sesi, dibantu rebound saham China dan penguatan indeks berjangka AS serta Eropa. Sektor teknologi juga ikut pulih setelah dua hari tertekan, sementara debut produsen chip China MetaX sempat melonjak tajam. Dengan kondisi ini, investor melihat kontras yang makin jelas: ekuitas bergerak hati-hati, tapi komoditas-terutama logam mulia-kembali jadi "magnet" karena kombinasi geopolitik dan ekspektasi suku bunga. (az)

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS