
Indeks Dolar Bloomberg bergerak datar setelah sebelumnya naik tipis sekitar 0,1%. Penguatan kecil itu muncul usai data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan lowongan kerja (job openings) bulan Oktober naik ke level tertinggi dalam lima bulan. Sekarang, pelaku pasar memilih wait and see menjelang keputusan The Fed, sambil menilai seperti apa arah kebijakan suku bunga tahun depan.
Rabu ini, pasar memperkirakan The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga untuk ketiga kalinya berturut-turut. Tapi fokus utama bukan cuma di "cut atau tidak", melainkan pada dot plot terbaru, proyeksi ekonomi, dan komentar Jerome Powell. Analis Richard Franulovich dari Westpac menilai, ada peluang pernyataan The Fed nanti akan sedikit diubah untuk memberi sinyal kemungkinan jeda pemangkasan. Ia juga mengingatkan, proyeksi 2026 masih "ringkih": cukup satu pejabat yang lebih dovish menambah 1x cut, median langsung bergeser dari 1 jadi 2 kali pemangkasan.
Di pasar obligasi, yield Treasury AS turun tipis sekitar 1 basis poin di seluruh tenor, dengan yield 10 tahun berada dekat 4,18%. Di pasar valas, USD/JPY sempat turun sekitar 0,2% ke 156,64, karena akun leveraged menjual dolar setelah sebelumnya ada permintaan dolar terkait fixing, menurut seorang trader FX di Asia. EUR/USD relatif stabil di sekitar 1,1625, sementara NZD/USD turun 0,3% ke 0,5766 setelah komentar pejabat RBNZ bahwa kebijakan suku bunga belum "preset" meski pasar mulai mem-price in kenaikan di 2026. AUD/USD juga melemah tipis sekitar 0,2% ke 0,6631.
Di Eropa, euro tidak banyak bereaksi meski ada kabar politik dari Prancis, di mana parlemen menyetujui rancangan undang-undang kesejahteraan sosial”sebuah kemenangan bagi pemerintah. Secara keseluruhan, pasar global masih bergerak hati-hati: dolar cenderung stabil, yield turun tipis, dan pergerakan mata uang mayor relatif terbatas. Semua menunggu satu hal yang sama: apakah malam ini The Fed akan sekadar memangkas suku bunga, atau sekaligus memberi "kode keras" soal jeda atau lanjutan siklus pemangkasan di tahun depan.(asd)
Sumber: Newsmaker.id
Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...
Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...
Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...
Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...
Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...