
Dolar AS melemah pada perdagangan hari ini, setelah beberapa sesi sebelumnya sempat bergerak menguat didukung kenaikan imbal hasil obligasi AS. Pelemahan greenback membuat investor mulai mengurangi posisi aman di dolar dan perlahan beralih ke aset lain yang menawarkan imbal hasil lebih menarik. Sentimen pasar juga dipengaruhi spekulasi bahwa The Fed bisa mengambil langkah pelonggaran kebijakan yang lebih besar jika data ekonomi ke depan menunjukkan perlambatan yang lebih jelas.
Turunnya indeks dolar memberi ruang napas untuk mata uang lain, terutama di kawasan Asia, yang bergerak menguat atau setidaknya lebih stabil dibanding sesi sebelumnya. Kondisi ini ikut mendorong minat risiko, dengan sebagian pelaku pasar kembali masuk ke pasar saham dan obligasi negara berkembang. Ekspektasi bahwa puncak suku bunga The Fed sudah terlewati semakin memperkuat pandangan bahwa fase "dolar super kuat" mulai memudar.
Di pasar komoditas, pelemahan dolar menjadi kabar positif untuk emas, perak, dan minyak. Harga emas dan perak cenderung lebih mudah menguat karena logam mulia tersebut menjadi relatif lebih murah bagi pembeli di luar AS. Minyak mentah juga berpotensi diuntungkan, terutama jika pelemahan dolar dibaca sebagai sinyal prospek permintaan global yang masih terjaga. Namun, pelaku pasar tetap waspada karena setiap komentar baru dari pejabat The Fed atau data ekonomi besar berikutnya bisa dengan cepat mengubah arah pergerakan dolar. (az)
Sumber: Newsmaker.id
Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...
Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...
Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...
Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...
Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...