
Penurunan Dolar AS (USD) minggu ini mencerminkan ekspektasi suku bunga yang didorong oleh The Fed, alih-alih pergeseran geopolitik. Sementara itu, likuiditas Thanksgiving yang lebih tipis dapat membuka jalan bagi potensi intervensi USD/JPY, catat analis valas ING, Francesco Pesole.
Yen mengungguli mata uang lain dengan beta tinggi
"Seperti yang dibahas kemarin, kami yakin koreksi dolar minggu ini lebih berkaitan dengan konvergensi menuju suku bunga yang lebih rendah setelah penyesuaian harga The Fed yang dovish, daripada rotasi yang didorong oleh geopolitik dari aset safe haven. Kinerja yen yang lebih baik dibandingkan mata uang Eropa dengan beta tinggi seperti SEK merupakan bukti nyata akan hal tersebut."
"Pasar AS tutup karena Thanksgiving dan kondisi likuiditas diperkirakan akan jauh lebih tipis. Hal ini dapat menjadi lingkungan yang menarik bagi otoritas Jepang untuk melakukan intervensi dalam USD/JPY. Namun, mungkin masih ada preferensi untuk melakukan intervensi setelah data yang berdampak negatif terhadap USD, dan stagnannya pasangan mata uang ini mungkin telah menghilangkan rasa urgensi."
Dolar masih relatif mahal terhadap mata uang G10, tetapi mengingat besarnya koreksi minggu ini dan terbatasnya ruang untuk penyesuaian harga lebih lanjut yang dovish sebelum beberapa data tambahan masuk, kami beralih ke bias netral terhadap USD untuk liburan Thanksgiving ini.(Cay)
Sumber: Fxstreet
Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...
Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...
Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...
Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...
Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...