
Menurut pelaporan terbaru, dolar AS melemah terhadap banyak mata uang utama dunia setelah data ekonomi AS mengecewakan ini memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Pelemahan dolar ini memberikan dorongan bagi mata uang "berisiko" dan mata uang negara berkembang, seperti mata uang Afrika Selatan yang terapresiasi pada hari ini.
Selain itu, indeks saham di Asia ikut naik karena investor kembali nyaman mengambil risiko setelah keraguan terhadap ekonomi AS.
Kondisi ini membuat aset-aset safe haven seperti emas ikut merespon positif: harga emas dunia naik mendekati level tertinggi dalam dua pekan terakhir, karena banyak investor beralih dari dolar ke logam mulia.
Tak cuma itu pasar saham global, termasuk di Asia, Eropa, dan AS, menunjukkan reli bagus. Indeks saham utama AS, Eropa, dan Asia menguat, mengindikasikan optimisme bahwa pelonggaran moneter global akan memberi angin segar bagi pertumbuhan ekonomi.
Dengan mata uang yang melemah, suku bunga global yang berpotensi turun, serta likuiditas melimpah, banyak investor mengambil posisi di saham, komoditas, dan aset berisiko lainnya.(Cay)
Sumber: Newsmaker.id
Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...
Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...
Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...
Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...
Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...