Saturday, 24 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar menguat menjelang rilis data penggajian
Wednesday, 19 November 2025 23:32 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Dolar AS menguat pada hari Rabu, dengan aset safe haven ini ditopang oleh rapuhnya kepercayaan global, meskipun penguatannya terbatas menjelang rilis laporan ketenagakerjaan AS yang sangat dinantikan.

Pada pukul 04:15 ET (09:15 GMT), Indeks Dolar, yang melacak greenback terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya, diperdagangkan 0,1% lebih tinggi ke 99,552, mendekati level tertinggi satu minggu.

Dolar terbantu oleh sikap menghindari risiko
Pasar ekuitas global terpukul keras minggu ini di tengah kekhawatiran tentang valuasi saham yang terkait dengan kecerdasan buatan, dan hal ini telah mendorong permintaan obligasi Treasury AS dan dengan demikian dolar.

Investor masih sangat khawatir, dan rilis hasil Nvidia (NASDAQ:NVDA) setelah penutupan kemungkinan akan mendorong sentimen dalam waktu dekat mengingat pentingnya perusahaan tersebut dalam perdagangan AI.

"Tujuh saham teknologi yang luar biasa turun sekitar 7% dari level tertingginya “ hanya setetes air di lautan dibandingkan dengan reli 70% sejak April. Namun, kekhawatiran yang dapat dimaklumi adalah bahwa ini adalah perdagangan yang sangat ramai dan pergerakan santai menuju pintu keluar dapat berubah menjadi sesuatu yang kurang teratur jika ditemukan," kata analis di ING, dalam sebuah catatan.

Yang menambah kekhawatiran adalah tanda-tanda perlambatan ekonomi, dengan data klaim pengangguran awal pada hari Selasa menunjukkan jumlah warga Amerika yang menerima tunjangan pengangguran melonjak antara pertengahan September dan pertengahan Oktober.

Laporan penggajian non-pertanian AS bulan September, yang ditunda karena penutupan pemerintah bulan lalu, dijadwalkan rilis pada hari Kamis.

Pelaku pasar mencermati sinyal kekuatan pasar tenaga kerja dan tekanan upah, dengan data yang lebih lemah dari perkiraan kemungkinan meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve.

"Rilis laporan pekerjaan September yang tertunda besok mungkin akan menjadi peluang terbaik bagi dolar untuk melemah minggu ini," kata ING. "Jika data ketenagakerjaan gagal mendorong pasar untuk memangkas suku bunga The Fed pada bulan Desember (saat ini diperkirakan 50%), maka tekanan tetap ada pada pasar ekuitas."(Cay)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS