Saturday, 24 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar AS Menguat Tipis di Tengah Aksi Jual Saham Global
Tuesday, 18 November 2025 23:38 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Dolar AS bergerak menguat tipis pada perdagangan Selasa malam waktu Asia (18/11), bertahan di kisaran indeks 99,4“99,6 setelah reli moderat dalam dua sesi sebelumnya. Data real-time menunjukkan Indeks Dolar AS berada sekitar 99,52 dengan kenaikan tipis sekitar 0,04%, dengan rentang harian 99,40“99,66.

Penguatan ini terjadi di tengah tekanan jual di bursa saham global, di mana indeks-indeks utama di Asia dan Eropa melemah tajam mengikuti koreksi lanjutan di Wall Street yang dipicu kekhawatiran valuasi tinggi saham teknologi dan kripto.

Di pasar valuta asing, pergerakan dolar relatif tenang namun cenderung dominan terhadap sejumlah mata uang utama. Euro dan poundsterling melemah tipis terhadap dolar, sementara yen Jepang kembali tertekan dengan USD/JPY diperdagangkan di area 155,3“155,4, mencerminkan masih kuatnya permintaan terhadap aset berdenominasi dolar.

Laporan analis juga mencatat dolar mendapat dukungan tambahan dari meningkatnya kewaspadaan investor menjelang rilis data tenaga kerja AS yang sempat tertunda akibat penutupan pemerintah, serta serangkaian data ekonomi penting lain yang akan dirilis pekan ini.

Dari sisi kebijakan moneter, pasar masih menimbang pernyataan pejabat Federal Reserve yang mengisyaratkan kemungkinan pemangkasan suku bunga lanjutan pada pertemuan Desember, namun dengan nada yang lebih berhati-hati. Gubernur Fed Christopher Waller menilai pasar tenaga kerja AS kini "mendekati kecepatan stagnan" dan kembali mendorong pemotongan suku bunga seperempat poin sebagai "asuransi tambahan" terhadap pelemahan ekonomi yang lebih dalam, sementara data inflasi dinilai sudah mendekati target.

Bagi negara berkembang seperti Indonesia, kombinasi dolar yang tetap kuat, gejolak pasar saham global, dan ketidakpastian arah suku bunga Fed ini berpotensi menjaga volatilitas pada rupiah, pasar obligasi, serta harga komoditas seperti emas dan minyak dalam jangka pendek.(Cay)

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS