Sunday, 25 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar melemah seiring semakin dekatnya akhir penutupan pemerintah AS
Monday, 10 November 2025 16:20 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Dolar AS melemah pada hari Senin, seiring meningkatnya optimisme bahwa penutupan pemerintah AS akan segera berakhir, menghantam aset safe haven ini.

Indeks Dolar, yang melacak greenback terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya, diperdagangkan 0,1% lebih rendah ke level 99,370, setelah mencatat penurunan tipis dalam seminggu terakhir.

Berita bahwa Senat AS telah menyetujui langkah yang dapat mendanai pemerintah AS hingga Januari telah meningkatkan selera risiko, dengan penutupan yang telah berlangsung lama, yang memasuki hari ke-40 pada hari Minggu, diperkirakan akan berdampak signifikan pada ekonomi.

Di pasar prediksi Polymarket, probabilitas tersirat bahwa penutupan akan berakhir sebelum 15 November melonjak menjadi 92%.

Pada hari Jumat, indeks sentimen konsumen Universitas Michigan melemah ke level terendah dalam hampir 3,5 tahun pada awal November, sementara penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett mengatakan ekonomi AS dapat berkontraksi pada kuartal keempat jika penutupan pemerintah berlarut-larut.

"Meskipun beberapa pihak mungkin berpendapat bahwa berakhirnya penutupan pemerintah dapat menjadi dorongan yang bersifat risk-on dan berdampak negatif terhadap dolar bagi pasar valuta asing, dampaknya mungkin lebih beragam," kata analis di ING, dalam sebuah catatan.

"Akhir pekan lalu, dolar tertekan oleh PHK dan retorika bahwa ekonomi AS dapat berkontraksi pada kuartal keempat jika penutupan pemerintah diperpanjang. Pada saat yang sama, rilis data sentimen konsumen AS yang buruk pada hari Jumat dianggap berdampak negatif terhadap dolar. Kemajuan dalam mengakhiri penutupan pemerintah mungkin lebih dirasakan oleh nilai tukar silang valuta asing yang sensitif terhadap risiko daripada dolar."(Cay)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS