
Dolar AS menguat tipis pada hari Rabu, melanjutkan penguatannya dari pekan lalu di tengah keraguan mengenai prospek pemangkasan suku bunga The Fed berikutnya tahun ini dan data penggajian swasta yang meredakan kekhawatiran atas kondisi pasar tenaga kerja.
Data penggajian swasta AS naik 42.000 lapangan kerja pada bulan Oktober, melampaui ekspektasi kenaikan 28.000, menurut jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom.
Meskipun pemulihan ini kemungkinan tidak menunjukkan pergeseran signifikan di pasar tenaga kerja karena beberapa industri seperti jasa bisnis profesional kehilangan lapangan kerja untuk bulan ketiga berturut-turut, hal ini membantu meredakan kekhawatiran tentang pelemahan pasar tenaga kerja.
Secara terpisah, data menunjukkan aktivitas sektor jasa AS meningkat pada bulan Oktober di tengah peningkatan pesanan baru yang solid.
Dolar menguat terhadap euro setelah Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pekan lalu, sekaligus mengisyaratkan kehati-hatian terhadap pelonggaran lebih lanjut tahun ini.
"Penetapan harga ulang yang hawkish di pasar suku bunga dan mata uang semakin menguat pagi ini ketika ADP melaporkan peningkatan yang lebih kuat dari perkiraan dalam penciptaan lapangan kerja di sektor swasta," ujar Karl Schamotta, kepala strategi pasar di perusahaan pembayaran Corpay di Toronto.
"Dengan banyaknya data yang tersedia yang menunjukkan ketahanan di pasar tenaga kerja Amerika, alasan untuk pelonggaran moneter yang agresif terlihat cukup lemah di sini, dan investor semakin enggan untuk menempatkan taruhan arah yang besar pada imbal hasil yang lebih rendah ke depannya," kata Schamotta.
Namun, meskipun laporan ketenagakerjaan BLS yang diawasi ketat tidak ada karena penutupan pemerintah terlama yang pernah tercatat, para ekonom terus mengimbau untuk berhati-hati dalam menafsirkan laporan ADP, dengan mencatat perbedaan metodologi di antara keterbatasan lainnya.
Dolar juga terbantu dalam dua sesi terakhir oleh gelombang penghindaran risiko yang melanda pasar keuangan global karena aksi jual yang dipicu oleh sektor teknologi memicu kekhawatiran tentang valuasi yang terlalu tinggi.
"Dolar AS mengungguli mata uang-mata uang lain dengan beta tinggi karena pelaku pasar beralih ke aset-aset berdenominasi dolar yang aman dan likuiditasnya," kata Schamotta.
Terhadap sekeranjang mata uang, dolar AS menguat 0,11% di level 100,28, level tertinggi sejak 29 Mei.
"Penembusan level terendah 100 mengindikasikan bahwa rebound USD secara umum kemungkinan akan berlanjut, berpotensi cukup signifikan selama beberapa minggu ke depan," ujar ahli strategi valas di Scotiabank dalam sebuah catatan.
"Sementara itu, pergerakan stagnan dan pembalikan dari area terendah 100 menunjukkan kelanjutan dari rentang konsolidasi yang luas untuk DXY yang telah berlangsung sejak pertengahan tahun," tulis mereka.
Yen menguat hingga 0,5% di awal sesi sebelum berbalik arah dan diperdagangkan melemah 0,3% terhadap dolar AS.
Para investor akan mencermati sidang Mahkamah Agung AS mengenai legalitas tarif Donald Trump, sebuah kasus yang memiliki implikasi bagi perekonomian global dan berpotensi menjadi katalis bagi pasar valuta asing.(Cay)
Sumber: Investing.com
Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...
Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...
Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...
Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...
Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...