
Dolar sedikit melemah setelah mencapai level tertinggi dua minggu pada hari Rabu, dipicu oleh sinyal hati-hati dari Federal Reserve mengenai kemungkinan pemotongan suku bunga lebih lanjut. Bank sentral AS memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin sesuai dengan perkiraan, namun Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bahwa pemotongan lebih lanjut pada bulan Desember tidak bisa dipastikan.
Ketidakpastian ini muncul karena tidak adanya data resmi pasar tenaga kerja selama penutupan pemerintah AS, yang membuat beberapa pembuat kebijakan tidak dapat berkomitmen untuk pemotongan lebih lanjut. Menurut Thu Lan Nguyen dari Commerzbank, faktor penentu selanjutnya adalah arah suara mayoritas dalam Fed, yang belum diungkapkan oleh Powell.
Nguyen (Kepala Riset Valuta Asing (FX)) menyarankan untuk tetap berhati-hati dan tidak terburu-buru terjebak dalam euforia dolar. Meskipun dolar menguat dalam beberapa hari terakhir, pelaku pasar harus menunggu lebih banyak petunjuk sebelum membuat keputusan besar.
Indeks dolar (DXY) turun 0,1% menjadi 99,153, namun tetap berada dekat dengan level tertinggi Rabu lalu di 99,356. Pergerakan ini menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan kecil, dolar tetap stabil di level yang relatif tinggi.(asd)
Sumber: Newsmaker.id
Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...
Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...
Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...
Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...
Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...