
Dolar melemah pada hari Selasa(28/10) menjelang serangkaian pertemuan bank sentral yang kemungkinan akan mengarah pada penurunan suku bunga di AS dan karena investor terus mencermati kunjungan Presiden Donald Trump ke Asia, berharap tercapainya kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok.
Yen menguat lebih dari 0,6% menjadi 151,855 per dolar AS menjelang pertemuan Bank of Japan minggu ini di mana bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, tetapi fokusnya akan tertuju pada apakah hal tersebut memberikan petunjuk tentang waktu kenaikan berikutnya.
Komentar dari Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengangkat yen karena ia menyerukan "kebijakan moneter yang sehat" selama pertemuannya dengan Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama, dalam sindiran terbarunya terhadap lambatnya kenaikan suku bunga oleh BOJ.
Para investor juga mempertimbangkan pertemuan Trump dengan Perdana Menteri baru Jepang, Sanae Takaichi, di Tokyo pada hari Selasa. Di sana, Trump menyambut baik janjinya untuk mempercepat pengembangan militer dan menandatangani kesepakatan perdagangan serta logam tanah jarang.
HARAPAN PERJANJIAN PERDAGANGAN TIONGKOK TETAP UTUH
Meskipun tanda-tanda awal meredanya ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut memicu reli risiko pada hari Senin, dengan dolar melemah terhadap mata uang utama lainnya, para investor khawatir bahwa kesepakatan Tiongkok-AS yang sesungguhnya mungkin tidak akan memberikan banyak hal untuk dirayakan.
Sorotan utama akan tertuju pada pertemuan antara Trump dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, di Korea Selatan pada hari Kamis. "Saya sangat menghormati Presiden Xi dan saya pikir kita akan mencapai kesepakatan," kata Trump kepada para wartawan di Air Force One sebelum mendarat di Tokyo.
Para pejabat Tiongkok sejauh ini bersikap hati-hati dalam perundingan perdagangan dengan mitra-mitra AS dan hanya sedikit berkomentar tentang potensi hasilnya.
Vasu Menon, direktur pelaksana strategi investasi di OCBC, mengatakan ada kemungkinan tidak akan ada "resolusi yang sempurna atau bahkan resolusi dalam beberapa kasus, dan masalahnya bisa ditunda untuk dibahas nanti." "Ketika ada dua negara adidaya ekonomi dengan para pemimpin yang keras kepala yang mencoba mencapai kesepakatan, bisa dibayangkan bahwa itu tidak akan berjalan mulus," ujarnya.
Namun Menon menambahkan bahwa jika kedua pemimpin tersebut mampu mencapai kemajuan konkret, hal itu mungkin cukup untuk memuaskan pasar saat ini karena investor mencari hikmah untuk menjaga momentum kenaikan tetap pada jalurnya.
Antisipasi seputar hasil perundingan perdagangan dan perkiraan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin dari Federal Reserve telah membuat dolar melemah. Euro mencapai level tertinggi satu minggu di $1,1668 pada hari Selasa, sementara pound sterling terakhir kali dibeli di $1,3368, naik 0,25% pada hari itu.
Indeks dolar, yang mengukur mata uang AS terhadap enam unit lainnya, melemah 0,19% pada 98,58, setelah turun 0,15% pada sesi sebelumnya.(alg)
Sumber: Reuters
Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...
Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...
Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...
Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...
Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...