Monday, 26 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Geopolitik Memanas, Dolar Menguat Jelang Rilis Inflasi AS
Wednesday, 10 September 2025 15:56 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Dolar AS bertahan stabil pada hari Rabu(10/9) menjelang data inflasi AS minggu ini yang dapat membantu membentuk prospek kebijakan Federal Reserve, sementara kondisi geopolitik yang menegangkan menopang mata uang seperti franc Swiss.

Data ketenagakerjaan minggu lalu menunjukkan bahwa ekonomi AS menciptakan lapangan kerja yang jauh lebih sedikit dibandingkan perkiraan tahun lalu, sehingga pemangkasan suku bunga The Fed minggu depan tampak seperti sebuah kepastian.

Namun, hal ini tidak menggoyahkan kepercayaan di pasar ekuitas, di mana saham diperdagangkan pada rekor tertinggi, dan juga tidak berdampak langsung terhadap dolar itu sendiri, meskipun investor mempertimbangkan kemungkinan pemangkasan suku bunga sebesar setengah poin dari The Fed minggu depan.

Upaya Israel untuk membunuh para pemimpin Hamas dengan serangan udara di Qatar pada hari Selasa, serta penembakan jatuh pesawat nirawak oleh Polandia yang memasuki wilayah udaranya selama serangan Rusia di Ukraina barat pada hari Rabu, membuat investor gelisah.

"Pasar telah memutuskan, dan mungkin memang benar, bahwa The Fed akan memangkas suku bunga. Namun, ada banyak faktor yang memengaruhi harga antara sekarang dan akhir tahun depan," kata Jane Foley, kepala strategi valas di Rabobank.

"Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik juga turut berperan. Ada berita dari Polandia, ada berita dari Qatar. Keduanya tidak meyakinkan," ujarnya. Euro melemah terhadap dolar, tetapi melonjak hingga 0,5% terhadap zloty Polandia menjadi 4,268 zloty, kenaikan satu hari terbesar dalam tiga bulan.

Dalam hal ekspektasi The Fed, para pedagang sepenuhnya mengantisipasi pemangkasan seperempat poin minggu depan, dengan peluang kecil pemangkasan setengah poin. Laporan inflasi grosir minggu ini yang akan dirilis pada hari Rabu, dan inflasi konsumen pada hari Kamis, dapat memengaruhi prospek pemangkasan yang lebih besar, kata para analis.(alg)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS