Monday, 26 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar Naik Tipis, Emas Dekati Rekor Tertinggi
Tuesday, 2 September 2025 13:02 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Dolar AS kembali menguat sedikit dalam perdagangan Asia pada hari Selasa(2/9) setelah mengalami penurunan selama lima hari berturut-turut, menjelang kembalinya para pelaku pasar AS dari libur Hari Buruh.

Indeks dolar terakhir naik 0,2% ke level 97,873, setelah pada hari Senin menyentuh posisi terendah sejak 28 Juli. Sementara itu, harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

"Pasar modal di sektor saham dan kredit masih optimis terhadap AS, yang menunjukkan bahwa pemegang aset AS dari luar negeri tidak melakukan aksi jual besar-besaran," tulis para analis DBS dalam catatan untuk klien.

Para trader sempat menjual dolar karena serangan Presiden Donald Trump terhadap Federal Reserve, termasuk keputusan mencopot Gubernur Lisa Cook, yang menimbulkan kekhawatiran bahwa Gedung Putih menggerogoti independensi bank sentral pada saat kebutuhan pemangkasan suku bunga masih belum jelas.

"Fed bisa jadi siap memulai siklus pemangkasan suku bunga," ujar Chris Weston, kepala riset di Pepperstone Group, Melbourne. "Orang-orang melihat daya tarik emas."

Emas mencapai rekor tertinggi di $3.508,50 per ons setelah mencatat kenaikan enam hari berturut-turut pada hari Selasa, dan terakhir naik 0,5% ke level $3.494 per ons. Harga perak naik 0,2%, mendekati level tertinggi dalam 14 tahun yang dicapai pada hari Senin.

Penunjukan pejabat baru oleh Trump di Fed kemungkinan akan semakin membebani dolar, menurut DBS. "Pasar tenaga kerja sudah mulai melunak, dan Ketua Fed Jerome Powell telah memberikan sinyal kemungkinan pemangkasan suku bunga di Jackson Hole," tulis para analis. "Ini berarti dolar yang dinilai terlalu tinggi bisa kembali melemah seiring pasar mengantisipasi pemangkasan suku bunga oleh Fed."

Terhadap yen Jepang, dolar menguat 0,4% menjadi 147,81 yen, setelah Wakil Gubernur Bank of Japan, Ryozo Himino, mengeluarkan nada dovish pada hari Selasa. Himino mengatakan bank sentral perlu terus menaikkan suku bunga, tetapi juga memperingatkan bahwa ketidakpastian ekonomi global masih tinggi, sehingga bank sentral belum terburu-buru menaikkan biaya pinjaman yang masih rendah.

Lelang obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun pada hari Selasa juga mencatat permintaan terkuat dalam hampir dua tahun.

Data ekonomi AS untuk bulan Agustus akan menjadi sorotan minggu ini, saat para pelaku pasar mencoba menilai sejauh mana kebijakan Trump memengaruhi aktivitas industri dan pasar tenaga kerja. Data yang ditunggu termasuk indeks manajer pembelian manufaktur dan jasa ISM, serta laporan non-farm payrolls.

Euro melemah 0,2% menjadi $1,1690 di sesi Asia setelah data yang dirilis pada Senin menunjukkan bahwa indeks manufaktur HCOB zona euro mengalami ekspansi pada Agustus untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Data inflasi konsumen untuk bulan yang sama dijadwalkan rilis pada Selasa.

Dolar Australia berhenti menguat setelah lima hari kenaikan, terakhir turun 0,3% menjadi $0,6538, mendekati level tertinggi dalam lebih dari dua minggu.

Dolar Selandia Baru (Kiwi) turun 0,3% ke $0,5884, menghentikan reli tiga hari yang sebelumnya mendorong mata uang tersebut ke level tertinggi dalam dua minggu.

Sterling diperdagangkan di $1,3526, turun 0,1% pada hari itu, mundur dari level tertinggi dua minggu yang dicapai pada hari Senin. (azf)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS