Monday, 26 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar Melemah,Independensi The Fed Masih Menjadi Pemicu
Thursday, 28 August 2025 06:43 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Nilai tukar dolar AS (USD) mengalami tekanan signifikan pada perdagangan hari ini, menyusul kekhawatiran pasar terhadap independensi Federal Reserve (The Fed), bank sentral Amerika Serikat. Berita mengenai rencana Presiden Trump yang akan memberhentikan Gubernur The Fed, Lisa Cook, memicu ketidakpastian yang meluas di kalangan pelaku pasar.

Penyebab Penurunan Dolar

Intervensi politik terhadap The Fed dianggap bisa mengurangi kredibilitas dan independensi bank sentral dalam mengambil kebijakan moneter. Hal ini berpotensi memengaruhi kepercayaan investor terhadap kemampuan The Fed untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi.

Akibatnya, spekulasi muncul bahwa The Fed mungkin akan cenderung mengambil sikap dovish dengan memangkas suku bunga lebih cepat dan agresif dari yang diperkirakan sebelumnya. Data pasar obligasi mendukung sentimen ini, di mana imbal hasil Treasury AS bertenor dua tahun turun ke level terendah sejak Mei 2025, mencerminkan ekspektasi suku bunga yang lebih rendah.

Dampak Terhadap Pasar

Penurunan imbal hasil obligasi menyebabkan dolar menjadi kurang menarik bagi investor asing, yang biasanya mencari return lebih tinggi dari aset berbasis dolar. Selain itu, ketidakpastian politik memicu sentimen risk-off di pasar, sehingga investor beralih ke aset safe haven seperti emas dan yen Jepang.

Indeks dolar AS (DXY) tercatat melemah sekitar 0,4% pada sesi perdagangan terbaru, turun dari puncaknya di awal pekan. Mata uang utama seperti euro dan yen berhasil menguat terhadap dolar, dengan euro naik 0,3% dan yen menguat 0,5%.(CP)

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS