Monday, 26 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar Bangkit Tipis, Isu Independensi The Fed Kian Menguat
Wednesday, 27 August 2025 13:09 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Dolar AS mengalami pemulihan yang rapuh pada Rabu(27/8), dengan kenaikan tertahan oleh kekhawatiran investor terkait independensi Federal Reserve setelah upaya terbaru Presiden Donald Trump untuk memperluas pengaruhnya atas bank sentral.

Pada Senin lalu, Trump mengatakan akan memecat Gubernur The Fed Lisa Cook atas dugaan penyimpangan dalam memperoleh pinjaman hipotek. Namun, pengacara Cook menyatakan ia akan mengajukan gugatan hukum untuk mencegah pemberhentian tersebut, memicu potensi pertempuran hukum yang panjang.

Dolar awalnya melemah akibat perkembangan ini, namun kemudian berhasil sedikit menguat pada Rabu. Nilainya naik 0,33% terhadap yen ke 147,93, sementara euro turun 0,24% menjadi $1,1614. Poundsterling melemah 0,23% menjadi $1,3448, dan indeks dolar naik 0,2% ke 98,47.

Meski begitu, penguatan dolar tetap terbatas karena dorongan Trump untuk lebih berpengaruh atas lembaga-lembaga AS dan arah kebijakan moneter kian mengikis kepercayaan investor terhadap dominasi dolar.

"Ini adalah babak terbaru dalam perang Fed dan menunjukkan betapa semakin politisnya bank sentral," kata Neil Wilson, pakar strategi investasi di Saxo, merujuk pada upaya Trump untuk memecat Cook. "Akan sangat sulit bagi ketua berikutnya untuk melakukan sesuatu selain mengikuti keinginan Trump. Ini seharusnya berdampak negatif pada dolar. Pertanyaan pasar saat ini adalah rapat bulan September, tapi jangan ragu, kita sedang menyaksikan pergeseran rezim yang belum terjadi selama beberapa dekade."

Faktor lain yang membebani dolar adalah ekspektasi pemangkasan suku bunga AS yang lebih cepat dan dalam, terutama jika Cook - apabila berhasil digantikan - disubstitusi dengan sosok yang lebih dovish.

Trump berulang kali mendesak The Fed untuk menurunkan suku bunga dan sempat mengancam akan memecat Ketua The Fed Jerome Powell, meski belakangan ia melunak. Jika Cook benar-benar dicopot, Trump akan memiliki kesempatan menunjuk mayoritas dari tujuh anggota dewan The Fed, termasuk dua posisi yang masih kosong dan nominasi ekonom Gedung Putih, Stephen Miran.

"Trump pada dasarnya telah mengambil alih fungsi forward guidance The Fed untuk sementara, dengan memberi sinyal ke pasar bahwa suku bunga akan lebih rendah, yang tercermin dalam kurva imbal hasil yang lebih curam," ujar Jamie Cox, mitra pengelola di Harris Financial Group.

Imbal hasil obligasi AS tenor dua tahun, yang biasanya mencerminkan ekspektasi suku bunga jangka pendek, turun ke 3,6540% pada Rabu - terendah sejak 1 Mei - seiring meningkatnya taruhan pasar atas pemangkasan suku bunga segera. Sementara itu, imbal hasil obligasi jangka panjang naik tipis karena kekhawatiran bahwa pelonggaran moneter yang dipaksakan dalam waktu dekat dapat memicu kembali inflasi. Imbal hasil obligasi tenor 30 tahun terakhir tercatat sedikit lebih tinggi di 4,9223%.

Untuk mata uang lainnya, dolar Australia turun 0,16% menjadi $0,6484, sementara dolar Selandia Baru melemah 0,27% ke $0,5845. Aussie sempat mendapat dorongan singkat setelah data domestik menunjukkan harga konsumen naik jauh di atas perkiraan pada Juli, dengan inflasi inti juga meningkat - sebuah pukulan bagi harapan pemangkasan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia secepat bulan depan. (azf)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS