Tuesday, 27 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar AS Jatuh ke Level Terendah Dua Minggu
Wednesday, 13 August 2025 18:52 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Dolar AS turun ke level terendah dua minggu pada Rabu(13/8) setelah data inflasi AS yang jinak memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve bulan depan. Upaya Presiden Donald Trump untuk memperluas pengaruhnya terhadap institusi AS juga ikut melemahkan mata uang tersebut.

Indeks dolar, yang mengukur kinerja mata uang AS terhadap sekeranjang mata uang utama, turun ke 97,62 - terendah sejak 28 Juli - memperpanjang penurunan 0,5% pada Selasa. Terakhir, indeks dolar tercatat turun 0,3% di level 97,70. Data yang dirilis Selasa menunjukkan harga konsumen AS naik tipis pada Juli, sesuai perkiraan, dan dampak tarif besar-besaran Trump terhadap harga barang sejauh ini masih terbatas.

Investor yang mengantisipasi pemangkasan suku bunga Fed segera memasukkan harga dengan kemungkinan 98% bahwa bank sentral akan melonggarkan kebijakan bulan depan, menurut data LSEG. Kepercayaan investor terhadap dolar juga terkikis setelah juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan pada Selasa bahwa presiden sedang mempertimbangkan gugatan terhadap Ketua Fed Jerome Powell terkait pengelolaan renovasi kantor pusat bank sentral di Washington. Trump telah lama berselisih dengan Powell dan berulang kali mengkritiknya karena tidak segera menurunkan suku bunga.

Michael Pfister, analis valas di Commerzbank, mengatakan perkembangan politik ini mengingatkan pada negara-negara otoriter, di mana kepala lembaga statistik atau bank sentral diganti dan data penting dihentikan atau dimanipulasi. "Saya tidak mengatakan ini pasti akan terjadi di sini. Tapi perkembangan beberapa hari dan minggu terakhir tidak membuat saya optimistis tentang masa depan, atau tentang dolar AS," kata Pfister.

Trump juga menyerang CEO Goldman Sachs, David Solomon, dengan mengatakan bahwa bank tersebut salah memprediksi tarif AS akan merugikan ekonomi. Trump mempertanyakan apakah Solomon pantas memimpin lembaga Wall Street tersebut.

Di tempat lain, pelemahan dolar mendukung penguatan euro dan sterling. Euro terakhir naik 0,4% menjadi $1,1719, sempat menyentuh level tertinggi sejak 28 Juli. Poundsterling juga naik 0,5% menjadi $1,3570, sempat mencapai level tertinggi sejak 24 Juli. Data Selasa menunjukkan pasar tenaga kerja Inggris kembali melemah meski pertumbuhan upah tetap kuat, menegaskan alasan Bank of England berhati-hati dalam memangkas suku bunga.

Dolar Australia naik 0,4% menjadi $0,6556, sementara dolar Selandia Baru naik 0,6% menjadi $0,5989. Bank Sentral Australia pada Selasa memangkas suku bunga sesuai perkiraan dan memberi sinyal bahwa pelonggaran kebijakan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk mencapai target inflasi dan ketenagakerjaan di tengah perlambatan ekonomi. (azf)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS