Tuesday, 27 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Ekspektasi Suku Bunga Tekan Dolar AS
Wednesday, 13 August 2025 15:39 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Dolar AS (USD) terhadap enam mata uang utama, melanjutkan penurunan untuk sesi kedua berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar 97,80 selama jam perdagangan Eropa pada Rabu(13/8).

Greenback menghadapi tekanan di tengah meredanya sentimen penghindaran risiko setelah data inflasi terbaru AS yang memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada September. Alat CME FedWatch menunjukkan bahwa pasar kini memperkirakan sekitar 96% kemungkinan pemangkasan suku bunga pada pertemuan September, naik dari 86% sehari sebelumnya.

Indeks Harga Konsumen (CPI) AS naik 2,7% secara tahunan pada Juli, sama dengan kenaikan pada bulan sebelumnya, dan berada di bawah perkiraan pasar sebesar 2,8%. Sementara itu, CPI inti tahunan naik 3,1% pada Juli, dibandingkan 2,9% pada Juni, lebih tinggi dari perkiraan 3%. Secara bulanan, CPI dan CPI inti masing-masing naik 0,2% dan 0,3%, sesuai estimasi analis.

Dolar AS juga tertekan setelah juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan tindakan hukum terhadap Ketua Fed Jerome Powell terkait penanganan renovasi kantor pusat bank sentral, yang memicu kekhawatiran atas independensi Fed.

Pekan lalu, Gubernur Fed Michelle Bowman menyatakan bahwa tiga kali pemangkasan suku bunga kemungkinan akan tepat dilakukan tahun ini. Para pelaku pasar kini akan memusatkan perhatian pada pidato Presiden Fed Richmond Thomas Barkin, Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic, dan Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee pada Rabu untuk mencari petunjuk baru terkait prospek kebijakan moneter AS. (azf)

Sumber: FXstreet

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS