
Dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama pada awal perdagangan Senin(11/8), seiring pasar menantikan rilis data inflasi dan penjualan ritel untuk bulan Juli pekan ini.
Tidak ada data ekonomi AS yang dijadwalkan dirilis pada hari Senin, namun kemungkinan pejabat Federal Reserve akan muncul secara tiba-tiba di stasiun televisi masih ada.
Data indeks harga konsumen (CPI) untuk Juli akan menjadi rilis utama pada hari Selasa, bersamaan dengan survei sentimen usaha kecil dari National Federation of Independent Business untuk Juli, laporan penjualan toko mingguan Redbook, dan laporan anggaran Departemen Keuangan AS untuk Juli.
Laporan aplikasi hipotek mingguan dan persediaan minyak mentah diperkirakan akan dirilis pada hari Rabu.
Data indeks harga produsen (PPI) untuk Juli akan diumumkan pada hari Kamis, bersamaan dengan klaim pengangguran mingguan dan data persediaan gas alam.
Hari Jumat akan menjadi jadwal tersibuk pekan ini, dengan sorotan pada data penjualan ritel, ekspor-impor, dan produksi industri untuk Juli, serta data manufaktur dan sentimen konsumen untuk Agustus.
Ringkasan singkat aktivitas valuta asing menjelang Senin:
EUR/USD turun tipis ke 1,1641 dari 1,1642 pada penutupan AS hari Jumat dan 1,1643 pada waktu yang sama Jumat pagi. Tidak ada data Zona Euro yang dijadwalkan pada Senin. Pertemuan Bank Sentral Eropa berikutnya dijadwalkan 11 September.
GBP/USD turun ke 1,3439 dari 1,3448 pada penutupan Jumat dan 1,3440 pada Jumat pagi. Tidak ada data Inggris pada Senin. Pertemuan Bank of England berikutnya dijadwalkan 18 September.
USD/JPY naik ke 147,7971 dari 147,7803 pada penutupan Jumat dan 147,7892 pada Jumat pagi. Senin merupakan hari libur di Jepang sehingga tidak ada data yang dirilis. Pertemuan Bank of Japan berikutnya dijadwalkan 18“19 September.
USD/CAD naik ke 1,3776 dari 1,3757 pada penutupan Jumat dan 1,3732 pada Jumat pagi. Tidak ada data Kanada pada Senin. Pertemuan Bank of Canada berikutnya dijadwalkan 17 September. (azf)
Sumber: MT Newswires
Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...
Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...
Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...
Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...
Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...