
Dolar AS relatif datar pada Senin(11/8), menjelang tenggat waktu Selasa bagi Washington dan Beijing untuk mencapai kesepakatan tarif serta laporan inflasi penting AS yang dapat menentukan apakah Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan suku bunga bulan depan.
Indeks dolar turun kurang dari 0,1% menjadi 98,164 setelah pekan lalu anjlok 0,4%. Terhadap yen, dolar diperdagangkan pada 147,39, turun 0,2%. Pasar Jepang libur pada Senin untuk perayaan Mountain Day. Euro naik kurang dari 0,1% ke $1,1652, sementara sterling stabil di $1,3462.
Dolar masih melemah karena investor menyesuaikan ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed setelah data tenaga kerja dan manufaktur AS yang lemah. Pejabat The Fed menunjukkan kekhawatiran tentang pasar tenaga kerja dan membuka kemungkinan pemangkasan suku bunga secepat September.
Inflasi yang melandai dapat memperkuat peluang pemotongan suku bunga bulan depan, tetapi jika ada tanda bahwa tarif Presiden Trump memicu kenaikan harga, The Fed mungkin menunda keputusan.
Francesco Pesole, ahli strategi FX di ING, mengatakan bahwa untuk kejutan hawkish dari data CPI besok, angkanya harus cukup tinggi. Kenaikan CPI inti bulanan sebesar 0,3% akan memberi ruang bagi The Fed menurunkan suku bunga mengingat kondisi pasar tenaga kerja yang memburuk.
Para ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan CPI inti naik 0,3% pada Juli, sehingga tingkat tahunan naik menjadi 3%. Pasar uang memperkirakan sekitar 90% kemungkinan pemotongan suku bunga bulan depan, dan total 58 basis poin easing hingga akhir tahun, setara dua kali pemotongan seperempat poin dan kemungkinan satu kali lagi sekitar sepertiga.
Perubahan personel di The Fed juga memberi tekanan pada dolar, dengan Trump menyiapkan pejabat yang mendukung kebijakan moneter dovish, termasuk ketua baru ketika masa jabatan Jerome Powell berakhir Mei mendatang.
Pembicaraan perdagangan juga menjadi fokus karena tenggat 12 Agustus untuk kesepakatan AS-China makin dekat, terutama terkait kebijakan chip. Chris Weston, kepala riset di Pepperstone Group, mengatakan pasar sudah memasukkan kemungkinan perpanjangan gencatan senjata 90 hari lagi. Pemerintah AS melaporkan produsen chip Nvidia dan AMD menyetujui alokasi 15% pendapatan penjualan di China untuk pemerintah AS guna mengamankan lisensi ekspor semikonduktor.
Mata uang yuan offshore bergerak fluktuatif di 7,1854 terhadap dolar setelah data akhir pekan menunjukkan harga produsen China turun lebih dari perkiraan pada Juli, sementara harga konsumen tetap stabil.
Dolar Australia diperdagangkan stabil di $0,6520 menjelang keputusan suku bunga bank sentral Selasa, di mana diperkirakan memangkas suku bunga 25 basis poin menjadi 3,60% setelah inflasi kuartal kedua lebih lemah dari perkiraan dan tingkat pengangguran mencapai level tertinggi 3,5 tahun. (azf)
Sumber: Investing.com
Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...
Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...
Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...
Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...
Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...