
Dolar AS (USD) mengawali pekan ini dengan bias positif, mempertahankan penguatan pekan lalu seiring para pedagang merespons kembalinya ketegangan perdagangan. Namun, Greenback diperdagangkan sedikit melemah hari ini karena investor bersikap hati-hati. Akhir pekan lalu, Presiden AS Donald Trump kembali menarik perhatian dengan menambahkan Uni Eropa (UE) dan Meksiko ke dalam daftar target tarifnya yang terus bertambah.
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, bertahan di dekat level tertinggi dua minggu. Saat artikel ini ditulis, indeks tersebut berkonsolidasi tepat di bawah level 98,00, diperdagangkan di kisaran 97,80 selama sesi perdagangan Eropa.
Meskipun momentum kenaikan pekan lalu sebagian besar masih terjaga, DXY kesulitan menembus titik pertemuan level-level resistance utama. Para investor kini mengalihkan perhatian mereka pada data Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Juni, yang dijadwalkan rilis pada hari Selasa, yang dapat memberikan arah baru bagi Dolar AS dan membentuk kembali ekspektasi seputar langkah kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) selanjutnya.
Selama akhir pekan, Presiden Trump, dengan gaya khasnya, kembali memicu ketegangan perdagangan dengan mengeluarkan surat peringatan kepada Uni Eropa dan Meksiko, mengumumkan rencana untuk mengenakan tarif baru yang luas mulai 1 Agustus.
Dalam suratnya kepada Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen, Trump menyatakan bahwa AS akan menerapkan tarif 30% untuk semua barang Uni Eropa kecuali blok tersebut menawarkan "akses pasar terbuka yang lengkap bagi Amerika Serikat." Ia mengkritik Uni Eropa atas "defisit perdagangan jangka panjang, besar, dan persisten," menyebut hubungan tersebut "jauh dari timbal balik." Ia memperingatkan bahwa jika Uni Eropa membalas, "berapa pun jumlah yang Anda pilih untuk menaikkannya akan ditambahkan ke tarif 30% yang kami kenakan."
Dalam surat terpisah kepada Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, Trump mengaitkan ancaman tarif dengan perdagangan fentanil, menuduh Meksiko tidak berbuat cukup banyak untuk menghentikan kartel-kartel tersebut. "Meksiko masih belum menghentikan kartel-kartel yang mencoba mengubah seluruh Amerika Utara menjadi arena perdagangan narkoba," tulisnya. Tarif serupa sebesar 30% untuk impor Meksiko juga akan berlaku bulan depan kecuali Meksiko mengambil tindakan yang lebih tegas.
Meskipun kedua surat tersebut bernada agresif, Trump tetap membuka kemungkinan penyesuaian di masa mendatang, dengan mengatakan bahwa tarif "dapat dimodifikasi, naik atau turun, tergantung pada hubungan kami dengan negara Anda." (alg)
Sumber: FXstreet
Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...
Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...
Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...
Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...
Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...