Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar Kembali Melemah, Aussie Melonjak Pasca Kejutan dari RBA
Tuesday, 8 July 2025 16:29 WIB | US DOLLAR | Indeks DolarDolar AS

Dolar AS kembali tergelincir terhadap mayoritas mata uang utama pada hari Selasa (8/7), karena investor menimbang dampak tarif baru terhadap ekonomi AS dan mitra dagangnya. Di sisi lain, dolar Australia mencatat penguatan terbesar setelah keputusan mengejutkan dari bank sentral Australia.

Bloomberg Dollar Index turun hingga 0,3%, membalikkan kenaikan 0,5% yang tercatat pada hari Senin. Para pelaku pasar mulai menghitung dampak tarif sebesar 25% hingga 40% terhadap barang-barang dari Jepang hingga Malaysia terhadap perdagangan dan pertumbuhan kawasan.

Presiden AS Donald Trump telah menetapkan tarif 25% terhadap barang dari Jepang dan Korea Selatan mulai 1 Agustus.

Aussie Melejit Usai RBA Tahan Suku Bunga

Pasangan AUD/USD melonjak hingga 1% ke 0,6558 setelah Reserve Bank of Australia (RBA) mengejutkan pasar dengan mempertahankan suku bunga tidak berubah.

Gubernur RBA, Michele Bullock, menyatakan bahwa keputusan ini lebih mempertimbangkan waktu pelonggaran kebijakan, bukan arah kebijakan itu sendiri”mengisyaratkan bahwa suku bunga bisa diturunkan di masa depan, tetapi belum saat ini.

Euro Menguat, Harapan Kesepakatan Dagang dengan AS

Pasangan EUR/USD naik 0,5% ke level tertinggi harian 1,1765. Uni Eropa tengah berupaya menyelesaikan kesepakatan dagang awal dengan AS minggu ini, yang memungkinkan mereka mengunci tarif 10% sebelum batas waktu 1 Agustus, sembari menegosiasikan perjanjian permanen.

Namun, sinyal pasar derivatif menunjukkan tekanan tetap ada”one-week risk reversals menunjukkan sentimen bearish yang masih mendukung Dolar AS, diperdagangkan di 23 basis poin menguntungkan greenback.

Yen & Pound Bergerak Terbatas

Pasangan USD/JPY naik 0,3% ke 146,45, memperpanjang reli 1,1% yang terjadi pada hari Senin.

Menariknya, struktur volatilitas Euro dan Yen menunjukkan sinyal yang bertolak belakang, mencerminkan bahwa pelaku pasar memilih hedging secara selektif menghadapi risiko peristiwa dan likuiditas rendah selama musim panas.

Sementara itu, GBP/USD memangkas kenaikan 0,3% dan kini diperdagangkan sedikit lebih tinggi di level 1,3609.

Sumber: Bloomberg

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS