Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar Melemah Sentimen Risiko Bangkit Pasca Pernyataan Trump
Tuesday, 24 June 2025 07:26 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Dolar jatuh pada hari Selasa (24/6) sementara dolar Australia dan Selandia Baru naik setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Iran, dalam berita yang membuat investor bersorak dan memicu reli risiko di seluruh pasar.

Trump mengatakan bahwa gencatan senjata "lengkap dan total" antara Israel dan Iran akan mulai berlaku dengan tujuan untuk mengakhiri konflik 12 hari antara kedua negara, beberapa saat setelah kedua belah pihak mengancam akan melakukan serangan baru.

Seorang pejabat Iran dan Qatar mengonfirmasi bahwa Teheran telah menyetujui gencatan senjata, sementara Channel 12 Israel melaporkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah setuju dalam percakapan dengan Trump untuk gencatan senjata selama Iran menghentikan serangannya.

Aussie yang sensitif terhadap risiko terangkat dari berita tersebut dan terakhir diperdagangkan 0,35% lebih tinggi pada $0,6483 seperti halnya kiwi, yang naik 0,37% menjadi $0,5998. "Ini jelas berita positif bagi sentimen risiko," kata Rodrigo Catril, ahli strategi mata uang senior di National Australia Bank.

"Kita jelas perlu memiliki sedikit lebih banyak detail dalam hal apa sebenarnya arti semua ini... Saya kira itu akan menjadi syarat gencatan senjata, dan apa saja syarat untuk kesepakatan damai yang lebih tahan lama."

Dolar, yang minggu lalu mendapat dukungan dari permintaan safe haven, turun secara luas setelah berita tersebut.

Terhadap yen, greenback turun 0,21% pada 145,79.

Euro naik 0,21% menjadi $1,1602 dan sterling naik 0,18% menjadi $1,3551.

Komentar Trump di situs Truth Social-nya muncul setelah Iran melancarkan serangan rudal ke pangkalan udara Amerika di Qatar pada hari Senin yang tidak menimbulkan korban luka, dalam sebuah langkah yang ia anggap sebagai "respons lemah" terhadap serangan AS.

Yang menambah hambatan bagi dolar adalah komentar dovish dari pembuat kebijakan Federal Reserve Michelle Bowman, yang mengatakan bank sentral AS harus mempertimbangkan pemotongan suku bunga segera.

Keterbukaan Bowman untuk segera memangkas suku bunga didukung oleh Gubernur Fed Christopher Waller, yang mengatakan dalam sebuah wawancara televisi minggu lalu bahwa ia juga akan mempertimbangkan pemotongan suku bunga pada pertemuan bulan depan.

"Tampaknya ada perpecahan yang meningkat di antara jajaran dewan Fed menjelang kesaksian Ketua Fed Powell," kata Tony Sycamore, seorang analis pasar di IG.

"Peluang pemotongan suku bunga pada bulan Juli... masih terlalu rendah. Saya pikir seharusnya lebih tinggi dari itu."

Pasar sekarang memperkirakan sekitar 20% peluang Fed dapat menurunkan suku bunga pada bulan Juli, naik dari 14,5% sehari yang lalu, menurut alat CME FedWatch.

Ketua Fed Jerome Powell akan bersaksi di depan Kongres AS pada hari Selasa dan Rabu, di mana fokusnya adalah pada prospek suku bunga AS.(alg)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS