Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar Merosot Karena Meredanya Ketegangan Perdagangan
Thursday, 12 June 2025 09:18 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Dolar merosot pada hari Kamis(12/6) karena tanda-tanda lebih lanjut bahwa Presiden AS Donald Trump mungkin akan mengambil sikap yang lebih lunak dalam negosiasi tarif dan meningkatnya ekspektasi pemotongan suku bunga Federal Reserve.

Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa ia bersedia untuk memperpanjang batas waktu 8 Juli untuk menyelesaikan pembicaraan perdagangan dengan negara-negara sebelum tarif AS yang lebih tinggi diberlakukan.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya mengisyaratkan bahwa pemerintahan Trump mungkin menawarkan perpanjangan dari batas waktu kesepakatan perdagangan bulan Juli bagi negara-negara yang bernegosiasi dengan itikad baik.

Pernyataan tersebut memperbarui pelemahan dolar, mengangkat euro ke level tertinggi tujuh minggu. Terakhir dibeli $1,1525.

Greenback melemah 0,43% terhadap yen dan 0,34% terhadap franc Swiss hingga terakhir diperdagangkan pada 143,98 dan 0,81725, masing-masing.

Terhadap sekeranjang mata uang, dolar jatuh ke level terlemahnya sejak 22 April di 98,327.

"Sulit untuk mengatakan apakah ada rencana induk di balik ini, tetapi akal sehat akan menunjukkan bahwa Presiden Trump sedang mencoba menciptakan tingkat urgensi dalam hal negosiasi perdagangan," kata Rodrigo Catril, ahli strategi mata uang senior di National Australia Bank.

"Saya pikir pasar, dalam hal ukuran pergerakan, menjadi sedikit lebih optimis tentang apa arti semua ini... pasar juga sangat waspada bahwa gambaran tersebut dapat berubah secara dramatis dalam waktu seminggu atau dua minggu."

Di tempat lain, pound sterling naik 0,38% menjadi $1,3588.

Dolar Australia naik 0,05% menjadi $0,6506, sementara dolar Selandia Baru naik 0,1% menjadi $0,6033.

Pada hari Rabu, data menunjukkan harga konsumen AS naik kurang dari yang diharapkan pada bulan Mei, yang menyebabkan para pedagang meningkatkan taruhan pemotongan suku bunga Fed paling cepat pada bulan September dan terus menekan dolar.

Data indeks harga produsen hari Kamis akan menjadi ujian berikutnya bagi pasar. Yuan lepas pantai terakhir sedikit menguat pada level 7,1953 per dolar, sedikit terbantu oleh berita bahwa gencatan senjata yang rapuh dalam perang dagang AS-Tiongkok telah dipulihkan karena kedua belah pihak mencapai kesepakatan menyusul pembicaraan di London minggu ini.

"Rincian lengkapnya belum dipublikasikan, dan masih belum jelas apakah pembicaraan tersebut membawa kedua ekonomi terbesar tersebut lebih dekat ke kerja sama yang produktif," kata Mantas Vanagas, ekonom senior di Westpac. (zif)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS