
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Dolar AS (USD) terhadap enam mata uang utama, melanjutkan kenaikannya untuk hari kedua berturut-turut dan diperdagangkan lebih tinggi di sekitar 99,10 selama jam Asia pada hari Rabu (11/6). Indeks Harga Konsumen (IHK) AS diperkirakan akan naik sebesar 2,5% tahun-ke-tahun pada bulan Mei.
Dolar AS menerima dukungan dari meredakan ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menyarankan, pada hari Selasa, resolusi potensial dengan Tiongkok dan mencatat bahwa kedua negara telah mencapai kerangka kerja untuk menerapkan Konsensus Jenewa. Sementara Wakil Menteri Perdagangan Tiongkok Li Chenggang mengatakan bahwa komunikasi dengan Amerika Serikat telah rasional dan jujur, ia akan melaporkan kerangka kerja tersebut kepada para pemimpin Tiongkok. Namun, pejabat dari kedua belah pihak akan meminta persetujuan dari para pemimpin mereka sebelum penerapan, menurut Bloomberg.
Imbal hasil Treasury AS tetap stabil karena para pedagang bersikap hati-hati menjelang data inflasi yang akan datang. Laporan CPI diharapkan memberikan wawasan mengenai dampak ekonomi dari tarif terkini dan tren inflasi yang lebih luas. Imbal hasil obligasi Treasury AS 2 tahun dan 10 tahun masing-masing berada pada 4,01% dan 4,46%, pada saat penulisan.
Pada hari Selasa, Pengadilan Banding AS untuk Sirkuit Federal memperpanjang penangguhan sementara, yang memungkinkan pemerintah untuk terus memberlakukan tarif luas Presiden Trump sementara mengajukan banding atas putusan pengadilan yang lebih rendah yang memblokirnya bulan lalu, menurut Bloomberg. (Arl)
Sumber: Fxstreet
Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...
Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...
Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...
Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...
Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...