Tuesday, 03 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar AS merosot saat pasar bersiap menghadapi pembicaraan dagang dengan China
Saturday, 10 May 2025 01:56 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Dolar AS terhadap sekeranjang mata uang, berbalik tajam pada hari Jumat setelah mencapai level tertinggi hampir satu bulan di angka 100,86 pada hari sebelumnya. Kekecewaan seputar apa yang disebut kesepakatan dagang AS-Inggris sangat membebani Greenback, dengan investor berfokus pada negosiasi dagang penting akhir pekan ini antara Amerika Serikat dan China di Swiss.

Dolar AS melemah menjelang pembicaraan utama
Kesepakatan dagang AS-Inggris dianggap tidak substantif oleh pasar, dengan tarif AS atas barang-barang Inggris tetap sebesar 10%.
Fokus pasar beralih ke pembicaraan dagang AS-China akhir pekan ini, di mana diskusi diperkirakan akan menegangkan dan tidak meyakinkan.
Presiden Trump mengisyaratkan bahwa tarif atas barang-barang China dapat turun hingga 50% jika kerja sama membaik, meskipun skeptisisme masih berlaku.
Kilang minyak China mengimpor 11,7 juta barel per hari pada bulan April, dengan penimbunan didorong oleh harga minyak mentah yang lebih rendah. AS menempatkan kilang independen China dalam daftar sanksi karena membeli minyak Iran, menambah tekanan sebelum pembicaraan perdagangan.
Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams menekankan pentingnya menjaga ekspektasi inflasi jangka panjang yang stabil.
Gubernur Fed Adriana Kugler menyoroti suku bunga kebijakan saat ini sebagai cukup ketat, yang menunjukkan bahwa suku bunga tidak akan berubah.
Analis Commerzbank memperingatkan bahwa impor minyak mentah China yang tinggi tidak mungkin bertahan karena sanksi AS semakin ketat.
Pembuat kebijakan Fed menekankan bahwa ekonomi tetap sehat tetapi memperingatkan kemungkinan risiko penurunan dari tarif yang tinggi.
Meskipun terjadi kenaikan jangka pendek, Indeks Dolar AS menghadapi tekanan jual karena risiko stagflasi muncul dari tarif yang terus-menerus.
Pasar sekarang menunggu hasil konkret dari langkah kebijakan Fed berikutnya dan perkembangan inflasi potensial.
Sanksi AS terhadap kilang China diperkirakan akan membebani sektor energi China, yang berpotensi memengaruhi pembicaraan perdagangan.
Impor minyak Iran dari China tetap tinggi pada 1,5 juta barel per hari tetapi dapat menurun setelah sanksi AS. Investor tetap berhati-hati, mencermati risiko utama dan perkembangan akhir pekan dari pertemuan Tiongkok-AS.(cay)

sumber: Fxstreet

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS