Tuesday, 03 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar AS Anjlok Ke Level Terendah Baru Dalam Tiga Tahun Karena Independensi Fed Dipertanyakan
Tuesday, 22 April 2025 01:14 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan dalam posisi merah pada hari Senin (21/4), meluncur menuju wilayah 98,50 dan menandai level terendah baru dalam tiga tahun. Penurunan tajam tersebut menyusul meningkatnya kekhawatiran pasar atas integritas kelembagaan Federal Reserve (Fed) setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengkritik Ketua Fed Jerome Powell secara terbuka dan mengonfirmasi bahwa ia sedang mencari cara untuk menyingkirkannya. Trump menuduh Powell memanipulasi suku bunga untuk tujuan politik pada tahun 2024 dan menggambarkannya sebagai "terlambat" dalam bereaksi terhadap kondisi ekonomi.

Di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan memburuknya kepercayaan pada kepemimpinan moneter AS, Emas melonjak ke level tertinggi baru sepanjang masa mendekati $3.425 per ons, diuntungkan oleh permintaan safe haven dan Greenback yang anjlok. Sentimen yang lebih luas tetap menghindari risiko dengan para pedagang menilai kembali status cadangan jangka panjang Dolar di tengah kebijakan perdagangan dan fiskal yang tidak dapat diprediksi.

Ringkasan harian penggerak pasar: Ancaman terhadap Fed mengguncang pasar

Kenaikan harga emas yang eksplosif di atas $3.400 menggarisbawahi serbuan ke aset safe haven karena kekhawatiran campur tangan politik meningkat di AS.

Serangan berulang Presiden Trump terhadap Ketua Fed Powell ” bersamaan dengan laporan bahwa pemerintahannya sedang memeriksa jalur hukum untuk menyingkirkannya ” telah mengguncang kepercayaan investor.

Penurunan DXY ke zona 98,00 mencerminkan kegelisahan pasar dengan bank sentral yang berpotensi dipolitisasi. Komentar dari penasihat Gedung Putih Kevin Hassett dan postingan Truth Social Trump hanya memperdalam persepsi tentang sikap bermusuhan terhadap independensi moneter.

Analis di Scotiabank memperingatkan bahwa melemahkan Fed dapat melemahkan kredibilitas dalam melawan inflasi, yang dapat meningkatkan ekspektasi inflasi dan menekan USD lebih jauh.(Newsmaker23)

Sumber: FXstreet

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS