Tuesday, 03 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Indeks Dolar AS bertahan di dekat 99,50 karena aktivitas perdagangan tetap lesu karena Jumat Agung
Friday, 18 April 2025 14:52 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur Dolar AS (USD) terhadap sekeranjang enam mata uang utama, tetap di bawah 99,50 selama jam-jam awal Eropa pada hari Jumat(18/4).

Greenback tetap tenang di tengah meningkatnya kekhawatiran atas dampak ekonomi tarif terhadap Amerika Serikat (AS). Pelaku pasar memantau dengan cermat perkembangan dalam negosiasi perdagangan AS, meskipun aktivitas perdagangan diperkirakan akan lesu karena hari libur Jumat Agung.

Namun, Dolar AS memperoleh beberapa dukungan setelah pernyataan agresif dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang memperingatkan bahwa ekonomi yang lesu dikombinasikan dengan inflasi yang terus-menerus dapat mempersulit tujuan kebijakan Fed dan meningkatkan risiko stagflasi.

Sementara itu, Presiden Donald Trump mengkritik Powell karena terlalu lambat memangkas suku bunga, menambahkan bahwa pemecatannya "tidak bisa dilakukan cukup cepat." Menurut alat CME FedWatch, pedagang pasar uang saat ini memperkirakan sekitar 86 basis poin pemotongan suku bunga Fed pada akhir tahun 2025, dengan pengurangan pertama diantisipasi pada bulan Juli.

Presiden AS Donald Trump menyatakan pada hari Kamis bahwa Tiongkok telah membuat beberapa pendekatan dan menambahkan, "Saya tidak ingin menaikkan tarif Tiongkok. Jika tarif Tiongkok naik, orang tidak akan membeli." Trump menyatakan optimisme bahwa perjanjian perdagangan dengan Tiongkok dapat dicapai dalam waktu tiga hingga empat minggu.

Di bidang ketenagakerjaan, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada hari Kamis bahwa Klaim Pengangguran Awal turun menjadi 215.000 untuk minggu yang berakhir pada tanggal 12 April, di bawah ekspektasi dan turun dari angka revisi minggu sebelumnya sebesar 224.000 (awalnya 223.000).

Namun, Klaim Pengangguran Berkelanjutan naik sebesar 41.000 menjadi 1,885 juta untuk minggu yang berakhir pada tanggal 5 April. (Newsmaker23)

Sumber: FXStreet

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS