Tuesday, 03 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar Bervariasi, Yen Melonjak Saat Tarif Trump Mendorong Penawaran Save Haven
Thursday, 3 April 2025 07:37 WIB | US DOLLAR |Dolar ASEUR/USDUSD/JPY,

Dolar diperdagangkan bervariasi terhadap mata uang negara-negara G-10 lainnya sementara yen melonjak pada perdagangan awal Asia setelah tarif perdagangan besar-besaran Presiden Donald Trump memicu pelarian ke aset-aset safe haven karena kekhawatiran akan berdampak pada ekonomi global.

USD/JPY turun 0,8% menjadi 148,02. Kontrak berjangka Treasury menguat sementara kontrak berjangka ekuitas AS merosot.

Trump mengatakan ia akan menerapkan tarif minimum 10% pada semua eksportir ke AS dan mengenakan bea tambahan pada sekitar 60 negara dengan ketidakseimbangan perdagangan terbesar dengan AS. Itu termasuk tarif yang jauh lebih tinggi pada beberapa mitra dagang terbesar negara itu, seperti Tiongkok ” yang sekarang menghadapi tarif total 54% ” Uni Eropa dan Vietnam.

"Kami melihat dorongan ke perdagangan safe haven," kata Nick Twidale, kepala analis di AT Global Markets di Sydney. "Tarif tersebut berada di kisaran yang lebih tinggi dari ekspektasi dan para pedagang sekarang memiliki kekhawatiran nyata terhadap pertumbuhan global yang bergerak maju". "Saya memperkirakan akan melihat lebih banyak volatilitas sepanjang hari, tetapi secara keseluruhan saya pikir tren ini akan berlanjut mengingat 'kerasnya' pengumuman tarif pagi ini".

AUD/USD turun sebanyak 1,2% menjadi 0,6226 dan NZD/USD turun 1,1% menjadi 0,5682.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menggambarkan tarif 10% untuk barang-barang Australia sebagai "keputusan yang buruk" dan mengatakan dia tidak akan menanggapi dengan pungutan timbal balik.

USD/CNH naik sebanyak 0,7% menjadi 7,3484, tertinggi sejak 3 Februari.

USD/CHF turun 0,4% menjadi 0,8783.

EUR/USD naik 0,1% menjadi 1,0866.

USD/CAD sedikit berubah pada 1,4242.(mrv)

Sumber : Bloomberg

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS