
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Dolar AS terhadap sekeranjang mata uang, bertahan di dekat zona 104,30 selama sesi Rabu. Hasil yang lebih baik dari perkiraan dalam Pesanan Barang Tahan Lama bulan Februari, ditambah dengan retorika agresif dari pejabat Fed, membantu Greenback bergerak lebih tinggi. Namun, indikator momentum tetap bertentangan, mengisyaratkan kenaikan yang masih rapuh.
Ringkasan harian penggerak pasar: Dolar AS stabil karena data, komentar Fed mengimbangi pergeseran sentimen risiko
Greenback diuntungkan oleh Pesanan Barang Tahan Lama AS yang lebih kuat dari perkiraan untuk bulan Februari, yang juga melihat data sebelumnya direvisi naik.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif tembaga akan tiba lebih cepat dari yang diproyeksikan pasar, membantu traksi USD.
Gencatan senjata potensial di Laut Hitam antara Ukraina dan Rusia menciptakan penurunan awal untuk DXY, tetapi pembicaraan damai menghadapi rintangan besar.
Tuntutan Rusia untuk mencabut semua sanksi pada pertanian dan perbankan sebagai imbalan atas kepatuhan gencatan senjata mengaburkan optimisme. Neel Kashkari dari Fed menegaskan kembali bahwa kemajuan inflasi masih belum tuntas, memperkuat ekspektasi untuk kebijakan restriktif yang berkepanjangan.
Para pedagang tetap sensitif terhadap data PCE minggu ini di tengah meningkatnya ketidakpastian tentang jalur suku bunga.
Pelaku pasar dengan hati-hati menilai berita utama tarif dan sinyal geopolitik, menyeimbangkan selera risiko dengan sinyal pengetatan Fed.(Cay)
Sumber: Fxstreet
Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...
Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...
Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...
Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...
Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...