
Indeks dolar naik ke sekitar 104 pada hari Jumat(14/03), menandai sesi kenaikan ketiga berturut-turut, karena meningkatnya ketegangan perdagangan global menekan euro dan mata uang utama lainnya.
Pada hari Kamis, Presiden Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 200% pada semua produk alkohol dari Uni Eropa, sebagai balasan terhadap tarif 50% blok tersebut pada wiski Amerika dan barang-barang AS lainnya. Ia juga menegaskan kembali pendiriannya tentang penerapan tarif timbal balik pada mitra dagang global, yang akan mulai berlaku pada tanggal 2 April. Sementara itu, data terbaru menunjukkan bahwa angka inflasi AS untuk bulan Februari berada di bawah ekspektasi, dengan pertumbuhan harga konsumen dan produsen melambat. Klaim pengangguran mingguan terbaru juga mencapai 220 ribu, sedikit di bawah estimasi tetapi sejalan dengan tren terkini. Ke depannya, investor mengalihkan perhatian mereka ke keputusan kebijakan Federal Reserve minggu depan, di mana bank sentral secara luas diharapkan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil sambil memberikan proyeksi ekonomi terkini. (Newsmaker23)
Sumber: Trading Economics
Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...
Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...
Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...
Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...
Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...