Monday, 26 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar AS menguat setelah data PPI dan klaim pengangguran
Friday, 14 March 2025 03:12 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Dolar AS (USD) menguat pada hari Kamis, kembali ke level 104,00 karena para pedagang bereaksi terhadap data Indeks Harga Produsen (PPI) yang lebih lemah dari perkiraan dan angka klaim pengangguran yang positif. Indeks Dolar AS (DXY) awalnya melonjak setelah rilis data tersebut tetapi kemudian memangkas kenaikan karena investor mempertimbangkan implikasi dari inflasi yang melambat dan potensi kekhawatiran permintaan. Sementara itu, diplomat Amerika Serikat (AS) tiba di Rusia untuk pembicaraan gencatan senjata atas Ukraina, dan Presiden Donald Trump meningkatkan ketegangan perdagangan dengan mengancam tarif 200% untuk anggur dan sampanye Eropa.
Sinyal ekonomi yang beragam, ketegangan geopolitik meningkat
Laporan klaim pengangguran mingguan AS menunjukkan klaim awal sebesar 220.000, lebih rendah dari yang diharapkan sebesar 225.000. Klaim berkelanjutan turun menjadi 1,87 juta, di bawah perkiraan sebesar 1,90 juta. Indeks Harga Produsen (PPI) bulan Februari lebih rendah dari yang diharapkan, dengan angka bulanan utama sebesar 0,0% vs. 0,3% yang diharapkan, dan PPI inti berkontraksi sebesar 0,1%.
Pada basis tahunan, PPI utama turun menjadi 3,2%, di bawah proyeksi 3,3%, sementara PPI inti turun menjadi 3,4% dari 3,6%.
Pasar awalnya melihat data inflasi yang lebih rendah sebagai hal yang positif bagi dolar AS, tetapi keuntungan dengan cepat berbalik karena para pedagang menafsirkan angka PPI yang lebih rendah sebagai tanda melemahnya permintaan.
Saham AS bergerak lebih rendah setelah data PPI, dengan sentimen semakin tertekan oleh ancaman perdagangan terbaru Trump yang menargetkan impor Eropa.
Alat CME FedWatch menunjukkan bahwa pasar secara luas memperkirakan Fed akan mempertahankan suku bunga dalam pertemuan 19 Maret, sementara kemungkinan penurunan suku bunga untuk bulan Mei dan Juni terus meningkat.(Cay)

Sumber: Fxstreet

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS