
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, mengalami penurunan lagi pada hari Selasa, menambah kerugian hari Senin dan kehilangan dukungan utama 106,00. Investor membuang Dolar AS setelah AS mengonfirmasi tarif baru pada Kanada, Meksiko, dan China tanpa perpanjangan pada menit terakhir. Karena Kanada dan China mengumumkan tindakan balasan, yang semakin memicu volatilitas pasar.
Dolar AS jatuh di tengah perang tarif
Kanada membalas dengan tarif 25% pada barang-barang AS senilai C$30 miliar dengan lebih banyak lagi yang akan datang dalam tiga minggu. Sejalan dengan itu, China menolak tarif AS, yang menambah ketegangan perdagangan global.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent meyakinkan bahwa suku bunga akan turun dan mengharapkan produsen China untuk menyerap tarif.
Di tingkat lokal, setelah serangkaian data yang beragam, kekhawatiran meningkat atas stagflasi karena pertumbuhan yang melambat dan inflasi yang terus-menerus mengancam ekonomi AS. Mengenai langkah Federal Reserve selanjutnya, CME FedWatch Tool mengindikasikan kemungkinan yang semakin besar akan pemangkasan suku bunga Fed akhir tahun ini dengan investor semakin yakin akan pemangkasan pada bulan Juni.
Perdagangan ekuitas beragam dengan ketidakpastian atas tarif yang membebani sentimen pasar.(Cay)
Sumber: Fxstreet
Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...
Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...
Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...
Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...
Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...