
Indeks Dolar AS (DXY) menguat mendekati 106,65 selama sesi awal Eropa pada hari Kamis(27/2). Sentimen hati-hati di tengah ketidakpastian tarif dari Presiden AS Donald Trump dapat mengangkat Greenback.
Namun, data ekonomi AS yang lebih lemah telah mendorong para pedagang untuk menaikkan taruhan untuk pemotongan suku bunga, sekarang melihat dua penurunan seperempat poin tahun ini, dengan yang pertama kemungkinan terjadi pada bulan Juli dan yang berikutnya paling cepat pada bulan Oktober. Hal ini, pada gilirannya, dapat membatasi kenaikan DXY.
Menurut grafik 4 jam, DXY mempertahankan getaran bearish karena harga tetap dibatasi di bawah Exponential Moving Average (EMA) 100 periode utama. Meskipun demikian, konsolidasi lebih lanjut tidak dapat dikesampingkan karena Relative Strength Index (RSI) 14 hari melintasi di atas garis tengah di dekat 53,35.
Batas bawah Bollinger Band di 106,20 bertindak sebagai level support awal untuk indeks. Penembusan yang menentukan di bawah level yang disebutkan dapat mengekspos 105,80, level terendah 9 Desember. Penurunan yang berlanjut dapat menyebabkan penurunan ke 105,41, level terendah 6 Desember.
Pada sisi positif, penghalang positif pertama untuk DXY muncul di 106,80, batas atas Bollinger Band. Momentum bullish yang berkelanjutan di atas level ini dapat membuka jalan menuju wilayah 107,00-107,10, level psikologis dan EMA 100. Rintangan berikutnya yang perlu diperhatikan adalah 107,38, level tertinggi 19 Februari. (Newsmaker23)
Sumber: FXStreet
Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...
Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...
Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...
Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...
Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...