
Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak kinerja Dolar AS (USD) terhadap enam mata uang utama, berada di kisaran 106,50 pada saat penulisan pada hari Rabu(26/2) setelah tidak memberikan kesan positif pada bulan Februari.
Indeks DXY bertahan mendekati level terendah tahunan karena para pedagang menjauhi Greenback dalam pelarian ke tempat berlindung yang aman dari tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang akan mulai berlaku pada tanggal 4 Maret untuk Meksiko, Kanada, dan Tiongkok.
Sementara itu, para pedagang melihat elemen kedua dari greenback yang lebih lemah.
Untuk pertama kalinya tahun ini, taruhan pemotongan suku bunga Federal Reserve (Fed) memperkirakan dua pemotongan suku bunga untuk tahun 2025. Pergerakan tersebut terjadi karena kesenjangan suku bunga antara imbal hasil AS dan negara-negara lain menyempit, yang memicu pelemahan Dolar AS secara keseluruhan.
Hal itu terjadi hanya beberapa hari sebelum pengukur inflasi pilihan Fed, data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), yang akan dirilis pada hari Jumat. (Newsmaker23)
Sumber: FXStreet
Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...
Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...
Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...
Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...
Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...