
Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak kinerja Dolar AS (USD) terhadap enam mata uang utama, pulih dari kerugian hampir 0,50% yang dideritanya pada jam-jam pembukaan di pasar Asia dan diperdagangkan datar di dekat 106,60 pada saat penulisan pada hari Senin(24/2).
Pergerakan awal Dolar AS turun terjadi karena euforia untuk Euro (EUR) setelah hasil pemilu Jerman pertama menunjukkan keunggulan kuat bagi Uni Demokratik Kristen Jerman (CDU), yang akan memimpin dalam pembentukan koalisi.
Saat keadaan mulai tenang, ini berarti bahwa secara fundamental, tidak akan ada perubahan besar yang terjadi di Jerman terkait kepemimpinan dan agenda politik, yang memicu Euro untuk memangkas kenaikan dan DXY berubah datar menjadi positif.
Kalender ekonomi AS memulai minggu ini dengan lambat, dengan semua mata tertuju pada rilis Produk Domestik Bruto (PDB) AS untuk kuartal keempat tahun 2024 pada hari Kamis dan Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) untuk bulan Januari pada hari Jumat.
Namun, Indeks Aktivitas Nasional Chicago Fed untuk bulan Januari akan dirilis pada hari Senin ini. Kemudian pada hari itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga akan menyampaikan pidato. (Newsmaker23)
Sumber: FXStreet
Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...
Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...
Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...
Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...
Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...