Sunday, 25 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar AS stabil di tengah sentimen pasar yang suram
Wednesday, 29 January 2025 01:23 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Dolar AS terhadap sekeranjang mata uang, memperpanjang kenaikannya pada hari Selasa, berkonsolidasi di atas level psikologis 108,00. Sentimen pasar memburuk setelah kekhawatiran baru atas tarif dan data ekonomi AS yang lemah, termasuk Pesanan Barang Tahan Lama yang lebih rendah dari perkiraan dan Keyakinan Konsumen yang menurun. Meskipun ada hambatan ini, DXY berhasil bertahan di atas level terendahnya baru-baru ini, yang menandakan beberapa ketahanan.

Menteri Keuangan Scott Bessent mengusulkan tarif tambahan pada semua impor AS, mulai dari 2,5%, yang memicu penghindaran risiko di pasar.

Presiden Trump menentang saran Bessent, menuntut tarif yang jauh lebih tinggi, yang semakin meresahkan pasar keuangan global.

Indeks Keyakinan Konsumen Conference Board turun menjadi 104,1 pada bulan Januari dari 109,5 pada bulan Desember, yang menunjukkan sentimen yang lebih lemah. Pesanan Barang Tahan Lama turun sebesar 2,2% pada bulan Desember, dipimpin oleh penurunan sebesar 7,4% pada peralatan transportasi, yang menandai kemunduran ekonomi lainnya.
Tidak termasuk transportasi, pesanan baru naik sedikit sebesar 0,3%, menawarkan optimisme terbatas di tengah penurunan yang lebih luas.
Kekhawatiran atas saham AI yang dinilai terlalu tinggi berkontribusi pada suasana pasar yang hati-hati, membatasi selera risiko dan mendukung Dolar AS.
Investor sekarang mengalihkan perhatian mereka ke keputusan Federal Reserve hari Rabu, di mana tindakan menahan sudah diperhitungkan.(Cay) Newsmaker23

Sumber: fxstreet

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS