
Indeks dolar bertahan di sekitar level 109 pada hari Kamis (16/1) setelah merosot selama tiga sesi berturut-turut, karena tanda-tanda meredanya inflasi AS memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve lebih lanjut tahun ini. Inflasi inti AS naik 3,2% tahun-ke-tahun pada bulan Desember, melambat dari 3,3% pada bulan November, yang juga merupakan perkiraan konsensus. Secara bulanan, pembacaan inti turun menjadi 0,2% dari 0,3%, sesuai dengan ekspektasi.
Data inflasi menyebabkan penurunan tajam dalam imbal hasil Treasury AS 10-tahun, yang turun sekitar 14 basis poin menjadi sekitar 4,65%. Pelaku pasar juga memperkirakan pelonggaran Fed tambahan sebesar 10 basis poin tahun ini, sehingga total pemangkasan yang diharapkan menjadi 37 basis poin. Namun, penurunan dolar agak tertahan oleh kekhawatiran atas rencana kebijakan Presiden Trump yang akan datang, khususnya mengenai tarif, yang dipandang berpotensi inflasi.(AL)
Sumber: Trading Economics
Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...
Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...
Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...
Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...
Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...