Saturday, 24 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar menguat karena imbal hasil Treasury yang meningkat
Wednesday, 8 January 2025 17:05 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Dolar AS menguat pada hari Rabu(8/1), diuntungkan oleh meningkatnya imbal hasil obligasi setelah rilis data ekonomi AS yang sehat, sementara pesanan industri Jerman yang lemah membebani euro.

Pada pukul 04:35 ET (09:35 GMT), Indeks Dolar, yang melacak greenback terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya, diperdagangkan 0,3% lebih tinggi menjadi 108,690.

Dolar menguat karena imbal hasil Treasury melonjak

Dolar terus menguat pada hari Rabu, mengikuti nada positif sesi sebelumnya setelah data menunjukkan lowongan kerja AS meningkat secara tak terduga pada bulan November, PHK rendah, sementara aktivitas sektor jasa meningkat pada bulan Desember dan ukuran harga yang dibayarkan untuk input mencapai titik tertinggi dalam dua tahun.

Hal ini mengakibatkan imbal hasil Treasury 10 tahun naik ke titik tertinggi dalam delapan bulan, sementara imbal hasil acuan 30 tahun mendekati level 5%. "Rilis data AS kemarin bersifat hawkish bagi Fed, dan probabilitas tersirat dari penurunan suku bunga pada bulan Maret kini telah turun di bawah 40%," kata analis di ING, dalam sebuah catatan.

"Cetakan yang paling luar biasa adalah subkomponen harga yang dibayarkan ISM, yang melonjak ke level tertinggi sejak Januari 2023. Jika ekonomi yang secara umum tangguh sudah diperhitungkan ketika Fed bertemu pada bulan Desember, kebangkitan kembali kekhawatiran inflasi dapat mendorong penyesuaian yang lebih hawkish dalam pesan kebijakan."

Federal Reserve memangkas jumlah penurunan suku bunga yang diperkirakan tahun ini menjadi dua pada pertemuan bulan Desember, tetapi para pedagang sekarang hanya memperkirakan sekitar 37 bps pelonggaran sepanjang tahun ini, menurut data LSEG.

Ada lebih banyak data yang harus dicerna pada hari Rabu, dalam bentuk gaji swasta ADP bulanan dan klaim pengangguran mingguan, menjelang rilis laporan pekerjaan AS yang diawasi ketat pada hari Jumat untuk kejelasan lebih lanjut tentang kesehatan ekonomi terbesar di dunia tersebut. (azf)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS