Sunday, 25 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar melemah dan euro menunggu rilis data inflasi
Tuesday, 7 January 2025 17:00 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Nilai tukar dolar AS merosot pada hari Selasa(7/1), mendekati level terendah dalam satu minggu menyusul laporan bahwa tarif Presiden terpilih Donald Trump bisa jadi kurang agresif, sementara euro menguat menjelang data inflasi utama.

Pada pukul 04:25 ET (09:25 GMT), Indeks Dolar, yang melacak greenback terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya, diperdagangkan 0,3% lebih rendah menjadi 107,775, setelah jatuh semalam ke level terlemahnya sejak 30 Desember.

Nilai tukar dolar tetap melemah

Nilai tukar dolar telah melemah sejak Washington Post merilis laporan pada hari Senin yang menyatakan bahwa pemerintahan Trump yang baru sedang menjajaki rencana untuk membatasi tarif pada sektor-sektor yang dianggap penting bagi keamanan nasional atau ekonomi AS.

Presiden terpilih Donald Trump telah membantah laporan tersebut dalam sebuah posting di platform Truth Social miliknya, tetapi nilai tukar dolar masih berjuang untuk menguat.

"Kegagalan dolar untuk memulihkan semua kerugian intraday pada hari Senin kemungkinan mengindikasikan dua faktor: pertama, pasar sangat mendukung dolar setelah reli tiga bulan yang hampir berkelanjutan; kedua, pandangan bahwa tidak ada asap tanpa api dan bahwa isi laporan Washington Post itu terdengar masuk akal," kata analis di ING, dalam sebuah catatan.

Ada banyak data ekonomi AS yang harus dicerna pada hari Selasa, termasuk PMI nonmanufaktur ISM untuk bulan Desember dan lowongan pekerjaan JOLTS bulan November, menjelang rilis laporan pekerjaan AS yang diawasi ketat pada hari Jumat untuk kejelasan lebih lanjut tentang kesehatan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

"Tidak mungkin investor ingin mempertimbangkan untuk secara aktif menjual dolar menjelang pelantikan Trump pada tanggal 20 Januari karena spekulasi mengenai tarif yang lebih lunak “ tetapi kita dapat melihat sedikit penyeimbangan kembali posisi valuta asing dan sedikit konsolidasi dolar untuk sementara waktu," tambah ING. (azf)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Emas Ngerem Sejenak, Goldman Justru Bidik $5.400

Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...

Harga Minyak Stabil, Pasar Respon Positif Setelah Trump Batalkan Ancaman Tarif

Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...

Saham Jepang Pulih Berkat Dorongan Sektor Teknologi

Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...

POPULAR NEWS