
Indeks dolar tetap stabil di sekitar 106,3 pada hari Kamis(5/12) setelah mengalami peningkatan volatilitas pada sesi sebelumnya karena investor terus menilai prospek kebijakan moneter Federal Reserve.
Pada hari Rabu, Ketua Fed Jerome Powell mengindikasikan bahwa bank sentral tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga, dengan alasan pertumbuhan yang lebih kuat dari yang diharapkan, pasar tenaga kerja yang kuat, dan tekanan inflasi yang terus-menerus.
Sementara itu, data menunjukkan bahwa pertumbuhan sektor jasa AS melambat lebih dari yang diantisipasi pada bulan November. Probabilitas pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember meningkat menjadi sekitar 79%, naik dari 66,5% minggu lalu.
Investor sekarang mengalihkan perhatian mereka ke laporan pekerjaan November hari Jumat untuk wawasan tambahan tentang arah kebijakan Fed. Di tempat lain, dolar tetap didukung terhadap euro dan won Korea Selatan, didukung oleh gejolak politik di Prancis dan Korea Selatan.(Azf)
Sumber: Trading Economics
Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...
Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...
Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...
Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...
Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...