
Nilai dolar AS melemah di awal pekan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa memanas terkait isu Greenland. Pasar menilai konflik politik yang dibawa ke jalur tarif berpotensi mengganggu hubungan dagang lintas Atlantik, sehingga tekanan ke dolar makin terasa.
Indeks US Dollar Index (DXY) turun sekitar 0,25% dan bergerak di area 99,10 “ 99,15. Pelemahan ini terjadi saat investor mulai mengurangi eksposur ke aset berbasis dolar dan beralih ke mata uang yang dianggap lebih aman di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
Pemicu utama datang dari pernyataan Donald Trump yang mengancam tarif 10% terhadap impor dari sejumlah negara Uni Eropa. Tarif itu disebut akan mulai berlaku 1 Februari, sebagai respons atas penolakan Eropa terhadap rencana AS untuk "membeli" Greenland.
Dari pihak Eropa, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen memperingatkan bahwa langkah AS dapat mengganggu integritas wilayah dan kedaulatan, serta merusak hubungan trans-Atlantik. Ia menilai eskalasi seperti ini berisiko memicu "spiral" yang makin memburuk jika kedua pihak saling menekan.
Dalam jangka lebih panjang, pasar juga mengkhawatirkan efek sampingnya: jika hubungan AS Eropa terus retak, Eropa bisa makin serius mencari alternatif mekanisme pembayaran atau diversifikasi transaksi perdagangan. Kalau tren ini membesar, posisi dolar sebagai mata uang dominan bisa ikut tergerus secara perlahan.
Tekanan dolar juga datang dari arah kebijakan moneter. Pejabat The Fed Michelle Bowman memberi sinyal dovish dengan mengatakan bank sentral perlu siap menurunkan suku bunga menuju level netral, karena kondisi pasar tenaga kerja dinilai masih rapuh. Kombinasi tensi geopolitik dan potensi penurunan suku bunga ini membuat dolar makin "kehilangan tenaga". (asd) [sma]
Source : Newsmaker.id
EUR/USD kehilangan poin untuk hari keenam berturut-turut pada hari Rabu, diperdagangkan di bawah 1,1730 setelah mencapai puncak di atas 1,1800 minggu lalu. Pasangan mata uang ini kesulitan di tengah r...
Pasangan EUR/USD bergerak stabil di sekitar 1,1750 pada sesi Asia hari Rabu. Pergerakannya terlihat "nahan" setelah sehari sebelumnya sempat turun tajam dari level tertinggi sejak 24 September. Meski...
Euro rebound di atas $1,16 pada hari Senin (1/12), mencapai level terkuatnya sejak pertengahan November, karena investor mengambil sikap hati-hati menjelang data ekonomi utama Zona Euro dan AS yang da...
EUR/USD bergerak datar pada perdagangan Kamis di kisaran 1,1596, karena likuiditas pasar menipis saat AS libur Thanksgiving. Meski tidak banyak gerak, tekanan terhadap dolar AS tetap terasa seiring me...
EUR/USD mencatatkan pelemahan moderat selama sesi Amerika Utara pada hari Jumat karena Dolar AS (USD) bertahan kuat setelah rilis data ekonomi yang beragam dan komentar dovish dari pejabat Federal Res...
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang...
Harga minyak sedikit berubah pada perdagangan Asia hari Kamis (22/1) setelah Presiden AS Donald Trump mundur dari ancaman untuk mengenakan tarif pada negara-negara Eropa terkait Greenland. Keputusan ini membantu meredakan ketegangan geopolitik dan...
Indeks Nikkei 225 naik 1,73% dan ditutup pada 53.689, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,74% menjadi 3.616 pada hari Kamis, mengakhiri penurunan selama lima hari berturut-turut karena saham Jepang terangkat oleh reli yang kuat pada...