Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Euro Diam-Diam Menekan Dolar?
Friday, 28 November 2025 07:25 WIB | EUR/USD | Euro

EUR/USD bergerak datar pada perdagangan Kamis di kisaran 1,1596, karena likuiditas pasar menipis saat AS libur Thanksgiving. Meski tidak banyak gerak, tekanan terhadap dolar AS tetap terasa seiring meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Kombinasi inflasi yang mulai melandai, data penjualan ritel yang melemah, serta turunnya kepercayaan konsumen membuat pasar semakin yakin biaya pinjaman di AS akan turun.

Menurut CME FedWatch Tool, kini pasar memperkirakan sekitar 85% peluang pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin. Sentimen ini menguat setelah sejumlah pejabat The Fed, dipimpin Presiden The Fed New York John Williams, berbicara dengan nada dovish pekan lalu. Namun, data klaim pengangguran awal terbaru untuk pekan yang berakhir 21 November sempat mengejutkan pasar karena jumlah warga AS yang mengajukan tunjangan pengangguran justru turun, berlawanan dengan ekspektasi kenaikan.

Dari sisi Eropa, data menunjukkan Kepercayaan Konsumen Zona Euro sedikit membaik, dengan rumah tangga mulai lebih optimistis dan menunjukkan minat untuk belanja menjelang musim Natal. Meski begitu, pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) juga masih berhati-hati. Salah satu pejabat, Kazaks, menegaskan bahwa saat ini belum tepat untuk memangkas suku bunga. Alhasil, baik The Fed maupun ECB sama-sama bernada dovish, namun ekspektasi pemangkasan suku bunga yang lebih besar di AS membuat euro berpeluang mengakhiri pekan ini dengan posisi yang lebih kuat terhadap dolar. (az)

Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Dolar AS Tergelincir, Drama Greenland Bikin Panas AS Eropa...
Monday, 19 January 2026 15:17 WIB

Nilai dolar AS melemah di awal pekan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa memanas terkait isu Greenland. Pasar menilai konflik politik yang dibawa ke jalur tarif berpotensi menggang...

EUR/USD tetap defensif karena Dolar AS menguat di tengah perdagangan yang tipis...
Wednesday, 31 December 2025 19:40 WIB

EUR/USD kehilangan poin untuk hari keenam berturut-turut pada hari Rabu, diperdagangkan di bawah 1,1730 setelah mencapai puncak di atas 1,1800 minggu lalu. Pasangan mata uang ini kesulitan di tengah r...

EUR/USD Ngegas Lagi?...
Wednesday, 17 December 2025 08:51 WIB

Pasangan EUR/USD bergerak stabil di sekitar 1,1750 pada sesi Asia hari Rabu. Pergerakannya terlihat "nahan" setelah sehari sebelumnya sempat turun tajam dari level tertinggi sejak 24 September. Meski...

Euro Menguat ke Level Tertinggi Dua Minggu...
Monday, 1 December 2025 16:47 WIB

Euro rebound di atas $1,16 pada hari Senin (1/12), mencapai level terkuatnya sejak pertengahan November, karena investor mengambil sikap hati-hati menjelang data ekonomi utama Zona Euro dan AS yang da...

EUR/USD tertekan karena USD menguat di tengah data yang tidak merata...
Saturday, 22 November 2025 03:54 WIB

EUR/USD mencatatkan pelemahan moderat selama sesi Amerika Utara pada hari Jumat karena Dolar AS (USD) bertahan kuat setelah rilis data ekonomi yang beragam dan komentar dovish dari pejabat Federal Res...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS