
Pasangan EUR/USD bergerak dalam rentang yang sempit selama sesi Asia hari Jumat(14/11). Pasangan ini terlihat lebih banyak konsolidasi setelah penguatan kuat ke level tertinggi lebih dari dua minggu yang tercapai sehari sebelumnya. Secara harga, EUR/USD masih bertahan di sekitar area 1,1635, nyaris tidak berubah dalam sehari dan masih berada tepat di bawah level penting Moving Average 50-hari yang kini menjadi batas atas yang harus ditembus.
Dari sisi Dolar AS, tekanan masih terasa. Greenback kesulitan menarik pembeli dan tetap bergerak dekat level terendah dua minggu akibat kekhawatiran dampak ekonomi dari penutupan pemerintah AS yang berkepanjangan. Kondisi ini menjadi angin penopang bagi EUR/USD. Di saat yang sama, perbedaan ekspektasi kebijakan antara Federal Reserve dan European Central Bank ikut mendukung tren naik EUR/USD yang sudah berjalan sekitar dua minggu terakhir.
Sejumlah pejabat The Fed mulai mengirim sinyal lebih hati-hati soal pemangkasan suku bunga lanjutan karena minimnya data ekonomi terbaru. Namun, pasar masih menilai peluang sekitar 50% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga lagi pada bulan Desember. Di sisi lain, mayoritas ekonom memperkirakan ECB akan menahan suku bunga deposito sepanjang tahun ini dan tidak mengubahnya hingga akhir tahun depan. Perbedaan arah kebijakan inilah yang membuat outlook EUR/USD cenderung positif, meski buyer masih butuh konfirmasi dengan tembusnya level MA 50-hari.
Sementara itu, seorang pejabat senior Gedung Putih menyebut data ekonomi kunci AS untuk Oktober - seperti laporan tenaga kerja dan inflasi - bisa jadi tidak akan dirilis sama sekali. Kondisi ini membuat pasar semakin bergantung pada komentar anggota FOMC untuk mencari petunjuk arah suku bunga The Fed, yang otomatis akan mempengaruhi permintaan terhadap USD. Di sisi lain, rilis data awal (flash) GDP Zona Euro kuartal III berpotensi memberi dorongan baru bagi pergerakan Euro dan membuka peluang trading menarik di sekitar pasangan EUR/USD. (az)
Sumber: Newsmaker.id
Nilai dolar AS melemah di awal pekan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa memanas terkait isu Greenland. Pasar menilai konflik politik yang dibawa ke jalur tarif berpotensi menggang...
EUR/USD kehilangan poin untuk hari keenam berturut-turut pada hari Rabu, diperdagangkan di bawah 1,1730 setelah mencapai puncak di atas 1,1800 minggu lalu. Pasangan mata uang ini kesulitan di tengah r...
Pasangan EUR/USD bergerak stabil di sekitar 1,1750 pada sesi Asia hari Rabu. Pergerakannya terlihat "nahan" setelah sehari sebelumnya sempat turun tajam dari level tertinggi sejak 24 September. Meski...
Euro rebound di atas $1,16 pada hari Senin (1/12), mencapai level terkuatnya sejak pertengahan November, karena investor mengambil sikap hati-hati menjelang data ekonomi utama Zona Euro dan AS yang da...
EUR/USD bergerak datar pada perdagangan Kamis di kisaran 1,1596, karena likuiditas pasar menipis saat AS libur Thanksgiving. Meski tidak banyak gerak, tekanan terhadap dolar AS tetap terasa seiring me...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...