
Pasangan mata uang EUR/USD melanjutkan penurunannya untuk sesi kelima berturut-turut pada Selasa(4/11) pagi, diperdagangkan di sekitar level 1,1510 selama sesi Asia. Penurunan ini terjadi seiring dengan penguatan Dolar AS, yang mendapatkan dukungan dari sentimen hati-hati terkait kebijakan Federal Reserve (Fed) untuk bulan Desember. Ketua Fed Jerome Powell menyatakan bahwa penurunan suku bunga lebih lanjut pada bulan Desember masih tidak pasti, meskipun pasar sempat memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga yang lebih tinggi. Para pedagang kini menurunkan ekspektasi mereka, dengan peluang pemangkasan suku bunga Desember turun menjadi 65%, dari 94% seminggu lalu.
Di sisi lain, meskipun Dolar AS menguat, pasangan EUR/USD tidak tergerak terlalu jauh akibat ekspektasi pasar yang mendukung Euro. Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga lebih lanjut tahun ini, yang memberi sedikit dukungan pada Euro. ECB baru saja mempertahankan suku bunga untuk ketiga kalinya berturut-turut pada bulan Oktober lalu, dengan mengindikasikan bahwa inflasi dan pertumbuhan ekonomi Zona Euro tetap stabil. Data sebelumnya menunjukkan inflasi Zona Euro sedikit di atas target 2%, sementara pertumbuhan PDB kuartal ketiga lebih baik dari yang diharapkan.
Namun, Euro masih dihadapkan pada beberapa tantangan, termasuk ketidakpastian global dan kekhawatiran terhadap perkembangan kebijakan ECB ke depannya. Meskipun Gubernur Bank Sentral Latvia, Martins Kazaks, menyatakan bahwa risiko terhadap inflasi dan pertumbuhan di Zona Euro kini lebih seimbang, pasar tetap waspada terhadap potensi reaksi ECB jika kondisi ekonomi berubah. Sebagai hasilnya, meskipun ada dukungan untuk Euro, EUR/USD tetap rentan terhadap pengaruh Dolar AS yang kuat dan ketidakpastian politik di AS. (az)
Sumber: Newsmaker.id
Nilai dolar AS melemah di awal pekan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa memanas terkait isu Greenland. Pasar menilai konflik politik yang dibawa ke jalur tarif berpotensi menggang...
EUR/USD kehilangan poin untuk hari keenam berturut-turut pada hari Rabu, diperdagangkan di bawah 1,1730 setelah mencapai puncak di atas 1,1800 minggu lalu. Pasangan mata uang ini kesulitan di tengah r...
Pasangan EUR/USD bergerak stabil di sekitar 1,1750 pada sesi Asia hari Rabu. Pergerakannya terlihat "nahan" setelah sehari sebelumnya sempat turun tajam dari level tertinggi sejak 24 September. Meski...
Euro rebound di atas $1,16 pada hari Senin (1/12), mencapai level terkuatnya sejak pertengahan November, karena investor mengambil sikap hati-hati menjelang data ekonomi utama Zona Euro dan AS yang da...
EUR/USD bergerak datar pada perdagangan Kamis di kisaran 1,1596, karena likuiditas pasar menipis saat AS libur Thanksgiving. Meski tidak banyak gerak, tekanan terhadap dolar AS tetap terasa seiring me...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...