Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
EUR/USD menguat di atas 1,1700!
Monday, 29 September 2025 08:31 WIB | EUR/USD |EUROPE Euro

EUR/USD melanjutkan penguatannya untuk sesi kedua berturut-turut, diperdagangkan di sekitar 1,1720 selama sesi Asia pada hari Senin. Pasangan ini menguat karena Dolar AS (USD) melemah setelah laporan inflasi AS bulan Agustus meningkatkan kemungkinan The Fed akan kembali memangkas suku bunga pada bulan Oktober.

Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS naik 2,7% year-on-year pada bulan Agustus, dibandingkan dengan 2,6% sebelumnya. Angka ini sejalan dengan proyeksi analis. PCE inti, yang tidak termasuk harga pangan dan energi, mencapai 2,9% YoY selama periode yang sama, juga sesuai dengan ekspektasi.

The Fed melakukan pemangkasan pertamanya dalam pertemuan kebijakan moneter di bulan September, menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,00%-4,25%. Pasar kini memperkirakan peluang penurunan suku bunga The Fed hampir 88% pada bulan Oktober dan kemungkinan penurunan suku bunga lagi sebesar 65% pada bulan Desember, menurut CME FedWatch Tool.

Para pedagang kemungkinan akan mengamati pidato The Fed pada hari Senin nanti, termasuk pidato dari Gubernur The Fed Christopher Waller, Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack, Presiden The Fed St. Louis Alberto Musalem, Presiden The Fed New York John Williams, dan Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic.

Pasar memperkirakan Bank Sentral Eropa (ECB) akan segera mengakhiri siklus pelonggarannya setelah mempertahankan suku bunga untuk kedua kalinya pada bulan September. Data ekonomi masih beragam, dengan sektor jasa menunjukkan pemulihan tetapi pelemahan manufaktur masih berlanjut.
Sumber: Newsmaker.id

RELATED NEWS
Dolar AS Tergelincir, Drama Greenland Bikin Panas AS Eropa...
Monday, 19 January 2026 15:17 WIB

Nilai dolar AS melemah di awal pekan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa memanas terkait isu Greenland. Pasar menilai konflik politik yang dibawa ke jalur tarif berpotensi menggang...

EUR/USD tetap defensif karena Dolar AS menguat di tengah perdagangan yang tipis...
Wednesday, 31 December 2025 19:40 WIB

EUR/USD kehilangan poin untuk hari keenam berturut-turut pada hari Rabu, diperdagangkan di bawah 1,1730 setelah mencapai puncak di atas 1,1800 minggu lalu. Pasangan mata uang ini kesulitan di tengah r...

EUR/USD Ngegas Lagi?...
Wednesday, 17 December 2025 08:51 WIB

Pasangan EUR/USD bergerak stabil di sekitar 1,1750 pada sesi Asia hari Rabu. Pergerakannya terlihat "nahan" setelah sehari sebelumnya sempat turun tajam dari level tertinggi sejak 24 September. Meski...

Euro Menguat ke Level Tertinggi Dua Minggu...
Monday, 1 December 2025 16:47 WIB

Euro rebound di atas $1,16 pada hari Senin (1/12), mencapai level terkuatnya sejak pertengahan November, karena investor mengambil sikap hati-hati menjelang data ekonomi utama Zona Euro dan AS yang da...

Euro Diam-Diam Menekan Dolar?...
Friday, 28 November 2025 07:25 WIB

EUR/USD bergerak datar pada perdagangan Kamis di kisaran 1,1596, karena likuiditas pasar menipis saat AS libur Thanksgiving. Meski tidak banyak gerak, tekanan terhadap dolar AS tetap terasa seiring me...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS